Desember 2025

TEMANGGUNG – Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Cabang Kandangan turut mengambil peran strategis dalam menyukseskan perhelatan akbar Kemah Anak Islam (KEMAIS) 2025. Bertempat di Lapangan Gondang Winangun, Ngadirejo, puluhan personel KOKAM Kandangan disiagakan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan ribuan santri dari berbagai TPA/TPQ se-Kabupaten Temanggung yang memadati lokasi perkemahan.

Keterlibatan KOKAM Kandangan ini merupakan bentuk instruksi dan sinergi bersama Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kabupaten Temanggung selaku penyelenggara utama. KEMAIS 2025 yang mengusung tema “Ceria dalam Iman, Hebat dalam Akhlak” ini bukan sekadar ajang berkemah biasa, melainkan media pembentukan karakter bagi santri usia kelas 4 hingga 6 SD.

Fokus Keamanan dan Ketertiban Area

Mengingat skala kegiatan yang melibatkan banyak peserta—di mana setiap regu terdiri dari 10 hingga 15 anak—faktor keamanan menjadi prioritas utama panitia. Personel KOKAM Kandangan mulai terlihat sibuk sejak masa persiapan fisik di lapangan. Tugas mereka meliputi pengaturan lalu lintas di sekitar akses masuk Lapangan Gondang Winangun, pengawasan area pertendaan, hingga memastikan protokol keselamatan santri terjaga selama 3 hari 2 malam.

“Tugas kami adalah memastikan adik-adik santri dapat mengikuti seluruh rangkaian acara dengan tenang,” ujar salah satu koordinator lapangan KOKAM Kandangan. Pengamanan ini mencakup pengawasan skema kavling area pertendaan yang telah disusun oleh divisi perlengkapan untuk memastikan mobilitas peserta tetap teratur.

Menjaga Khidmatnya Rangkaian Agenda

Berdasarkan jadwal resmi, KEMAIS 2025 berlangsung dari Sabtu hingga Senin, 27-29 Desember 2025. Pengamanan ekstra dilakukan oleh KOKAM pada saat agenda-agenda krusial, seperti:

  • Upacara Pembukaan dan Penutupan: Melibatkan pejabat daerah seperti Bupati, Kakankemenag, hingga pimpinan PDPM dan PDM Temanggung.
  • Kegiatan Ibadah Malam: Personel tetap berjaga saat para santri melaksanakan Shalat Tahajud berjamaah pada pukul 03.00 WIB guna menjaga suasana tetap kondusif dan khidmat.
  • Pelaksanaan Lomba-Lomba: KOKAM membantu menjaga ketertiban di area perlombaan seperti Lomba Adzan, Murattal QS Al-Kahfi 1-10, Pidato, hingga Cerdas Cermat Al-Qur’an (CCQ) agar tidak terganggu oleh kerumunan suporter.
  • Pentas Seni dan Acara Puncak: Pada Ahad malam, KOKAM memperketat penjagaan di sekitar panggung utama saat pertunjukan drama, nasyid, dan dongeng anak berlangsung hingga pukul 22.00 WIB.

Sinergi Pembinaan Karakter

KOKAM Kandangan juga bersinergi dengan para pemandu kafilah yang berasal dari kalangan pelajar SMA/MA/SMK Muhammadiyah. Sambil berpatroli, personel KOKAM kerap memberikan edukasi disiplin kepada santri, selaras dengan tujuan kegiatan untuk melatih kemandirian dan tanggung jawab sejak dini.

Penyelenggaraan KEMAIS 2025 ini didasarkan pada Program Kerja AMM Kabupaten Temanggung tahun 2025 dan Keputusan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Nomor 34/KEP/III.0/D/2025. Dengan dukungan keamanan dari KOKAM, diharapkan target penanaman nilai keislaman dan penguatan ukhuwah Islamiyah antar-lembaga pendidikan Islam di Temanggung dapat tercapai maksimal.

Logistik dan Fasilitas Terpadu

Selain pengamanan manusia, KOKAM juga membantu mengawasi aset-aset penting di lapangan, mulai dari tenda panitia, tenda pembina, peralatan sound system, hingga fasilitas umum yang disediakan panitia. Mereka juga memastikan area dapur mandiri setiap TPA tetap aman dari risiko kebakaran atau gangguan lainnya.

Bagi masyarakat atau wali santri yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai kondisi di lapangan, panitia telah menyediakan portal resmi di https://kemais.centermu.com serta layanan Call Center di nomor 0851-1730-7400.

Partisipasi aktif KOKAM Kandangan dalam KEMAIS 2025 menegaskan bahwa pengabdian organisasi ini tidak hanya terbatas pada tugas-tugas fisik berat, tetapi juga dalam mengawal tumbuh kembang generasi muda Muslim agar menjadi pribadi yang shaleh, cerdas, dan disiplin.

KANDANGAN, TEMANGGUNG – Menjelang momentum bersejarah pengukuhan Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Kecamatan Kandangan, sejumlah unsur pimpinan dalam keluarga besar Muhammadiyah Kandangan menggelar rapat konsolidasi lintas organisasi. Pertemuan yang berlangsung pada akhir pekan ini memilih suasana santai namun sarat makna di Angkringan Pak Pulung, sebuah tempat pertemuan lokal yang populer di wilayah Kandangan.

Hadir dalam agenda tersebut jajaran pimpinan dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kandangan, Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Kandangan, serta Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan. Kehadiran berbagai unsur ini menegaskan dukungan penuh terhadap lahirnya kembali semangat gerakan perempuan muda Muhammadiyah di wilayah tersebut.

Menyatukan Visi di Tengah Suasana Hangat

Pertemuan dimulai saat senja mulai turun di Kandangan. Aroma jahe hangat dan kepulan asap dari tungku arang Angkringan Pak Pulung menjadi latar belakang diskusi yang produktif. Meski dilakukan di tempat yang sederhana dan merakyat, pembahasan yang diangkat bersifat strategis bagi masa depan dakwah Muhammadiyah di tingkat kecamatan.

Ketua PCM Kandangan, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa pembentukan dan pengukuhan PCNA Kandangan bukan sekadar urusan administratif formalitas. Menurutnya, Nasyiatul Aisyiyah (NA) adalah “padi” yang harus terus disemai agar Muhammadiyah memiliki keberlanjutan kader perempuan yang militan dan intelektual.

“Konsolidasi malam ini adalah bukti bahwa PCNA tidak berdiri sendiri. Ada ‘Ayahanda’ di PCM, ‘Ibunda’ di PCA, dan ‘Saudara Tua’ di PCPM yang siap menyokong. Angkringan Pak Pulung sengaja dipilih agar komunikasi mengalir lebih cair, tanpa sekat formalitas yang kaku, sehingga hambatan-hambatan teknis jelang pengukuhan bisa segera dicarikan solusinya,” ungkapnya di sela-sela menikmati hidangan khas angkringan.

Sinergi PCA dan PCPM: Dukungan Tanpa Batas

Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Kandangan memberikan perhatian khusus dalam rapat ini. Sebagai organisasi otonom yang akan menjadi “ibu” bagi NA, PCA menekankan pentingnya pendampingan bagi para pengurus baru PCNA yang mayoritas diisi oleh generasi milenial dan Gen Z.

“Kami di Aisyiyah sangat bersyukur dengan progres pembentukan PCNA Kandangan. Ini adalah jawaban atas kebutuhan ruang bagi perempuan muda untuk beraktualisasi. Kami siap membimbing, namun tetap memberikan kebebasan bagi PCNA untuk berinovasi sesuai dengan semangat zaman mereka,” ujar salah satu perwakilan pimpinan PCA.

Di sisi lain, PCPM Kandangan yang selama ini dikenal sangat aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan, menyatakan kesiapannya untuk membantu secara teknis dan operasional demi kelancaran hari pengukuhan. Hubungan harmonis antara Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah diharapkan menjadi motor penggerak dakwah komunitas di Kandangan, terutama dalam menarik minat pemuda-pemudi di desa-desa.

Agenda Utama: Mematangkan Persiapan Pengukuhan

Rapat yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam tersebut fokus pada beberapa poin inti persiapan. Pertama adalah pemantapan struktur kepengurusan PCNA yang akan dilantik. Kedua, pembahasan mengenai tema besar pengukuhan yang diharapkan mampu merepresentasikan identitas lokal Kandangan sekaligus visi global Muhammadiyah.

Ketiga, koordinasi logistik dan pemilihan lokasi pengukuhan. Para pimpinan sepakat bahwa acara pengukuhan nanti harus menjadi syiar yang luas, tidak hanya bagi warga Muhammadiyah, tetapi juga bagi masyarakat umum di Kandangan.

“Kita ingin pengukuhan PCNA ini menjadi titik balik. NA harus hadir di tengah masyarakat, memberikan solusi atas isu-isu perempuan, kesehatan anak, dan ketahanan keluarga di tingkat lokal Kandangan,” tambah perwakilan dari tim formatur PCNA yang turut hadir.

Filosofi Angkringan dan Dakwah Grassroots

Pemilihan Angkringan Pak Pulung sebagai lokasi rapat juga mendapatkan apresiasi dari para peserta. Hal ini dianggap sebagai simbol dakwah Muhammadiyah yang inklusif dan merakyat. Muhammadiyah Kandangan ingin menunjukkan bahwa keputusan-keputusan besar organisasi tidak harus selalu diambil di dalam gedung mewah, tetapi bisa lahir dari diskusi hangat di pinggir jalan, dekat dengan realitas kehidupan warga.

Diskusi di angkringan ini juga membahas rencana jangka pendek pasca-pengukuhan, termasuk integrasi program PCNA dengan kegiatan sosial-keagamaan yang sudah ada, seperti pengajian rutin, aksi kemanusiaan, hingga pengembangan ekonomi kreatif bagi perempuan muda.

Menyongsong Hari Esok

Rapat konsolidasi ini berakhir dengan komitmen bersama untuk menyukseskan acara pengukuhan dalam waktu dekat. Seluruh pimpinan cabang yang hadir sepakat untuk bahu-membahu memastikan transisi kepemimpinan di NA berjalan mulus.

Dengan berakhirnya pertemuan di Angkringan Pak Pulung malam itu, satu langkah besar telah diambil. Konsolidasi ini tidak hanya memperkuat struktur organisasi, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antar-kader. Wajah-wajah optimis terpancar dari para pengurus, menandakan bahwa Nasyiatul Aisyiyah Kandangan siap untuk “terbit” dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.

Pengukuhan PCNA mendatang diharapkan menjadi momentum bagi bangkitnya gerakan perempuan muda yang mencerahkan, membawa semangat Al-Birru Manittaqo (Kebajikan adalah bagi mereka yang bertakwa), dan menjadikan Kandangan sebagai wilayah yang berkemajuan.

KANDANGAN – Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan kembali menggelar agenda rutin diskusi santai bertajuk “Pos Ronda #7” pada Sabtu malam, 20 Desember 2025. Bertempat di kediaman Saudara Aji Jati, suasana dingin khas Kandangan berubah menjadi hangat dengan kehadiran puluhan kader muda yang antusias mengikuti diskusi bertema penguatan ideologi organisasi.

Berbeda dengan kajian formal di masjid, Pos Ronda kali ini tetap mempertahankan karakteristiknya yang inklusif: Rembugan & Ngopi, Bareng Pemuda. Sambil menikmati kopi hangat dan kudapan tradisional, para kader menyimak paparan materi inti yang disampaikan oleh Ustaz Asmu’i, S.Pd. Beliau membedah pentingnya penerapan konsep Aqidah, Akhlaq, dan Ibadah sebagai napas utama dalam berorganisasi di lingkungan Muhammadiyah.

Aqidah sebagai Akar Perjuangan

Dalam pembukaannya, Ustaz Asmu’i menekankan bahwa organisasi bagi kader Muhammadiyah bukanlah sekadar perkumpulan sosial atau tempat mencari eksistensi. Organisasi adalah ladang dakwah yang harus didasari oleh aqidah yang lurus.

“Aqidah adalah fondasi. Jika akarnya kuat, maka pohon organisasi ini tidak akan roboh diterjang angin fitnah atau ujian zaman,” ujar Ustaz Asmu’i di hadapan para jamaah yang duduk lesehan. Beliau menjelaskan bahwa setiap langkah di PCPM maupun KOKAM harus diniatkan murni karena Allah SWT (Ikhlasunniyah). Tanpa aqidah yang benar, semangat berorganisasi akan mudah luntur saat menghadapi gesekan internal maupun tantangan eksternal.

Beliau juga mengingatkan agar para pemuda menjauhi sifat syirik dalam berorganisasi, yakni menggantungkan harapan atau tujuan gerakan kepada selain Allah, seperti hanya mengejar materi atau jabatan semata.

Akhlaq: Etika dalam Ber-Muhammadiyah

Melangkah ke poin kedua, Ustaz Asmu’i menyoroti aspek Akhlaq. Menurutnya, kepandaian berorganisasi tidak ada gunanya jika tidak dibarengi dengan budi pekerti yang luhur. Akhlaq dalam organisasi manifestasinya adalah bagaimana seorang pimpinan menghargai anggotanya, dan bagaimana anggota memberikan loyalitas serta masukan yang santun kepada pimpinan.

“Pemuda Muhammadiyah harus menjadi cermin akhlaqul karimah di tengah masyarakat. Cara kita berkomunikasi di grup WhatsApp, cara kita berdiskusi di forum, hingga cara kita bersikap di media sosial, semuanya harus mencerminkan nilai-nilai Islam,” tegasnya.

Beliau menambahkan bahwa dalam berorganisasi, perbedaan pendapat adalah hal lumrah. Namun, akhlaq-lah yang menjaga agar perbedaan tersebut tidak berubah menjadi perpecahan. Fastabiqul Khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan) harus dilakukan dengan cara yang baik pula (Ma’ruf).

Ibadah: Menjadikan Organisasi sebagai Sajadah Panjang

Poin terakhir yang ditekankan adalah konsep Ibadah. Ustaz Asmu’i meluruskan persepsi bahwa ibadah tidak hanya terbatas pada shalat dan puasa (ibadah mahdhah). Aktivitas organisasi seperti bakti sosial, pengamanan kegiatan oleh KOKAM, hingga mengelola unit usaha seperti air minum “Segarmu”, semuanya adalah ibadah ghairu mahdhah jika dilakukan dengan tata cara yang benar dan niat yang tulus.

“Jangan pernah merasa lelah mengurus organisasi, karena setiap menit yang kita habiskan untuk memikirkan umat, setiap tetes keringat saat menjalankan program, itu tercatat sebagai amal jariyah. Jadikan PCPM ini sebagai sajadah panjang kita untuk bersujud kepada Allah melalui pengabdian,” tambahnya yang disambut anggukan mantap dari para peserta.

Dialog Hangat di Bawah Langit Kandangan

Acara yang dimulai pukul 20.00 WIB ini berlangsung sangat interaktif. Sesuai dengan tagline di poster, “Tukar Kawruh & Info-info”, sesi tanya jawab dipenuhi dengan diskusi mengenai problematika pemuda masa kini, mulai dari tantangan ekonomi hingga cara menjaga konsistensi (istiqamah) dalam berdakwah.

Kegiatan “Pos Ronda” sendiri memang didesain oleh PCPM Kandangan sebagai medium dakwah kultural. Dengan suasana yang santai, bahkan diselingi tradisi nglinting dan jagongan, sekat-sekat formalitas antara senior dan yunior lebur. Hal ini terbukti efektif menarik minat pemuda di tingkat ranting untuk lebih aktif berkontribusi.

Tuan rumah sekaligus kader PCPM, Aji Jati, mengungkapkan rasa syukurnya atas terselenggaranya acara ini. “Kami ingin menunjukkan bahwa belajar agama dan berorganisasi itu tidak harus kaku. Di Pos Ronda ini, kita bisa bicara serius tentang masa depan umat, tapi tetap dengan rasa kekeluargaan yang erat,” ujarnya.

Acara berakhir menjelang tengah malam, namun semangat para kader tampak semakin membara. Melalui penguatan Aqidah, Akhlaq, dan Ibadah yang disampaikan Ustaz Asmu’i, PCPM Kandangan diharapkan semakin solid dalam menyongsong agenda-agenda besar di tahun 2026 mendatang, termasuk penguatan ekonomi produktif dan pemberdayaan pemuda di pelosok desa.

KANDANGAN – Semangat kemandirian ekonomi bukan hanya sekadar wacana di meja rapat bagi Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan. Hal ini dibuktikan secara nyata melalui aksi turun ke ladang yang dilakukan secara kolaboratif bersama Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Kandangan. Pada akhir pekan ini, puluhan personel bersinergi melaksanakan tahap awal program Bidang Ekonomi, yakni persiapan lahan untuk usaha produktif pertanian sayuran.

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari ini difokuskan pada pembersihan lahan (land clearing) dan penyemprotan gulma atau rumput liar. Langkah ini menjadi fondasi krusial sebelum lahan tersebut ditanami berbagai komoditas sayuran yang direncanakan akan menjadi salah satu pilar pendapatan organisasi.

Transformasi Semangat Jihad Ekonomi

Langkah PCPM Kandangan ini merupakan manifestasi dari gerakan “Jihad Ekonomi” yang selama ini digelorakan oleh Persyarikatan Muhammadiyah. Jika biasanya pemuda identik dengan kegiatan seremonial atau pengajian rutin, PCPM Kandangan mencoba mendobrak paradigma tersebut dengan terjun langsung ke sektor riil.

Ketua PCPM Kandangan menegaskan bahwa program pertanian ini bukan sekadar aktivitas mengisi waktu luang, melainkan sebuah strategi jangka panjang. “Kita ingin PCPM Kandangan memiliki nafas yang panjang dalam berorganisasi. Salah satu syaratnya adalah kemandirian finansial. Dengan mengelola lahan tidur menjadi lahan produktif, kita berikhtiar agar roda organisasi bisa bergerak tanpa harus selalu bergantung pada proposal atau donasi eksternal,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Sinergi antara struktural PCPM dan anggota KOKAM terlihat sangat padu di lapangan. Atribut baret merah yang biasanya lekat dengan pengamanan pengajian atau kegiatan kebencanaan, kali ini berganti dengan topi caping, tangki penyemprot (sprayer), dan peralatan pertanian lainnya. Namun, semangat korsa dan disiplin tetap terlihat jelas dalam pembagian tugas kerja.

Tahapan Krusial: Pembersihan dan Penyemprotan

Fokus kegiatan kali ini adalah pembersihan lahan dari semak belukar dan penyemprotan herbisida untuk mematikan rumput liar yang berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman utama nantinya. Lahan yang digarap memiliki potensi yang cukup besar jika dikelola dengan manajemen pertanian yang tepat.

Koordinator Bidang Ekonomi PCPM Kandangan menjelaskan teknis kegiatan hari ini. “Hari ini adalah tahap nol. Sebelum kita bicara bibit dan panen, lahannya harus siap dulu. Kita melakukan penyemprotan massal untuk membasmi gulma. Ini penting agar nutrisi tanah nantinya bisa terserap maksimal oleh sayuran yang akan kita tanam, tidak berebut dengan rumput liar,” jelasnya.

Proses penyemprotan dilakukan dengan hati-hati dan sistematis. Anggota KOKAM berbaris rapi menyusuri bedengan lahan, memastikan setiap jengkal tanah mendapatkan perlakuan yang sama. Semangat gotong royong sangat terasa, diselingi canda tawa khas pemuda yang membuat pekerjaan fisik yang berat terasa lebih ringan.

Membangun Mentalitas Wirausaha Pemuda

Lebih dari sekadar mengejar keuntungan materi, program ini juga didesain sebagai laboratorium kewirausahaan bagi para kader. PCPM Kandangan menyadari bahwa sektor pertanian, khususnya hortikultura sayuran, memiliki perputaran ekonomi yang cepat dan permintaan pasar yang tak pernah surut.

Dengan melibatkan kader secara langsung—mulai dari persiapan lahan, penanaman, perawatan, hingga nanti pasca-panen dan pemasaran—PCPM Kandangan sedang menanamkan mentalitas produktif. Para pemuda diajarkan untuk melihat peluang, bekerja keras, dan menghargai proses. Harapannya, ilmu yang didapat dari ladang organisasi ini bisa diadopsi oleh para kader untuk diterapkan dalam kehidupan pribadi mereka, sehingga mampu mengangkat taraf ekonomi anggota.

Menyongsong Panen dan Harapan Baru

Setelah proses penyemprotan dan pembersihan ini selesai, lahan akan diistirahatkan sejenak (inkubasi) agar gulma mati sempurna dan tanah siap diolah lebih lanjut. Tahap berikutnya adalah penggemburan tanah, pembuatan bedengan, dan pemberian pupuk dasar sebelum akhirnya bibit sayuran ditanam.

Rencana komoditas sayuran yang dipilih pun telah melalui riset pasar sederhana, mempertimbangkan jenis tanaman yang cocok dengan agroklimat Kandangan dan memiliki nilai jual yang stabil.

Kegiatan hari ini ditutup dengan makan bersama di pinggir sawah, sebuah tradisi sederhana yang kian mempererat ukhuwah antar anggota. Wajah-wajah lelah namun puas terpancar dari para kader PCPM dan KOKAM. Mereka sadar, keringat yang menetes hari ini adalah investasi untuk masa depan organisasi yang lebih bermartabat.

Melalui program pertanian produktif ini, PCPM Kandangan mengirimkan pesan kuat kepada masyarakat luas: Pemuda Muhammadiyah tidak hanya lantang dalam berdakwah lisan, tetapi juga tangguh dalam berdakwah bil-hal (dengan perbuatan nyata) melalui pemberdayaan ekonomi. Semoga ikhtiar ini membuahkan hasil yang berkah, menjadikan lahan yang subur sebagai saksi kemandirian pemuda Kandangan.

KANDANGAN – Semangat Fastabiqul Khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan) kembali digelorakan oleh Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan. Berkolaborasi dengan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM), sejumlah pemuda turun tangan langsung melaksanakan program sosial bertajuk “Bersih-Bersih Masjid” (BBM) di Masjid Al-Fatah, Dusun Pacitran, Desa Baledu, Kecamatan Kandangan, pada hari Minggu ini.

Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas membersihkan debu, melainkan sebuah manifestasi nyata dari teologi Al-Ma’un yang dijunjung tinggi oleh warga Muhammadiyah: bahwa kesalehan ritual harus berjalan beriringan dengan kesalehan sosial.

Ghiroh Pemuda di Pagi Hari

Sejak pukul 08.00 WIB, suasana di halaman Masjid Al-Fatah Pacitran sudah tampak berbeda. Deru kendaraan para pemuda yang mengenakan seragam kebanggaan memecah keheningan pagi. Tanpa membuang waktu, apel singkat digelar untuk pembagian tugas.

Tidak ada sekat jabatan dalam aksi ini. Mulai dari jajaran pimpinan cabang hingga anggota baru, semua menyatu dalam satu komando kerja. Peralatan kebersihan seperti sapu, kain pel, penyedot debu, hingga sikat kamar mandi yang telah disiapkan sebelumnya, segera berpindah tangan dan difungsikan di titik-titik yang telah ditentukan.

“Program ini adalah upaya kami untuk ‘membumikan’ gerakan pemuda. Kami tidak hanya ingin hadir dalam ruang-ruang rapat atau mimbar diskusi, tetapi kami ingin keringat kami menetes di rumah Allah demi kenyamanan jamaah,” ujar salah satu koordinator lapangan PCPM Kandangan di sela-sela kegiatan.

Menyisir Setiap Sudut Masjid

Fokus pembersihan dilakukan secara menyeluruh (total cleaning). Tim dibagi menjadi beberapa sektor. Sektor pertama menangani area utama (ruang shalat), di mana karpet-karpet disedot debunya, kaca-kaca jendela dilap hingga bening, dan langit-langit dibersihkan dari sarang laba-laba. Sektor kedua bergerak ke area serambi dan halaman, memastikan lingkungan luar masjid tampak asri dan menyambut siapa saja yang datang.

Sementara itu, tim KOKAM yang dikenal dengan ketangguhan fisiknya, mengambil alih sektor yang paling krusial: tempat wudhu dan kamar mandi. Dengan telaten, mereka menyikat lantai dan dinding yang mulai berlumut, memastikan saluran air lancar, dan menghilangkan bau tak sedap. Bagi PCPM dan KOKAM Kandangan, kebersihan tempat bersuci adalah kunci utama kekhusyukan ibadah. Jika tempat wudhunya bersih dan wangi, maka jamaah akan merasa dimuliakan sebelum menghadap Sang Khalik.

Suara gesekan sikat dan guyuran air berpadu dengan canda tawa para anggota, menciptakan suasana persaudaraan (ukhuwah) yang hangat. Tidak terlihat raut wajah lelah, yang ada hanyalah semangat untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Pacitran.

Dakwah Bil Hal: Lebih dari Sekadar Kata-Kata

Kegiatan di Masjid Al-Fatah Pacitran ini membawa pesan kuat tentang Dakwah Bil Hal (dakwah dengan perbuatan nyata). Di tengah stigma bahwa generasi muda masa kini cenderung apatis terhadap kegiatan sosial, PCPM dan KOKAM Kandangan membuktikan sebaliknya. Mereka hadir sebagai solusi atas permasalahan sederhana namun mendasar di masyarakat.

Masjid sebagai pusat peradaban umat Islam haruslah menjadi tempat yang paling nyaman dan bersih. Ketika masjid terawat, magnet untuk menarik jamaah—terutama anak-anak muda dan anak-anak TPA—akan semakin kuat. Inilah strategi dakwah kultural yang sedang dibangun oleh Pemuda Muhammadiyah Kandangan; mendekati masyarakat melalui kepedulian dan pelayanan.

Apresiasi Takmir dan Warga

Aksi sosial ini mendapatkan sambutan hangat dan apresiasi mendalam dari pihak Takmir Masjid Al-Fatah dan warga sekitar Pacitran, Baledu. Kehadiran pasukan muda ini dinilai sangat membantu, terutama dalam menjangkau bagian-bagian masjid yang sulit dibersihkan jika hanya mengandalkan tenaga marbot atau kerja bakti warga yang terbatas waktu.

“Kami sangat berterima kasih. Melihat anak-anak muda mau turun tangan, kotor-kotoran membersihkan masjid, rasanya hati ini sejuk. Ini contoh yang baik bagi remaja di desa kami,” ungkap salah satu tokoh masyarakat setempat yang turut hadir menyaksikan kegiatan tersebut.

Interaksi antara anggota PCPM dengan warga sekitar juga terjalin harmonis. Di sela-sela istirahat, tersaji hidangan sederhana yang dinikmati bersama, menjadi momen diskusi santai tentang perkembangan Islam dan kepemudaan di wilayah Kandangan.

Komitmen Berkelanjutan

Menjelang siang, wajah Masjid Al-Fatah tampak lebih bersinar. Lantai keramik mengkilap, karpet harum, dan kaca jendela yang jernih memantulkan cahaya matahari. Namun, bagi PCPM dan KOKAM Kandangan, pekerjaan rumah belum selesai. Kegiatan di Pacitran ini hanyalah satu dari sekian banyak agenda pengabdian yang telah dan akan terus dilaksanakan.

PCPM Kandangan berkomitmen untuk menjadikan program bersih-bersih masjid sebagai agenda rutin yang bergilir dari satu ranting ke ranting lainnya, atau ke masjid-masjid yang membutuhkan tenaga ekstra. Harapannya, gerakan ini dapat memicu efek domino, menginspirasi komunitas pemuda lain atau warga setempat untuk lebih peduli dan merasa memiliki (sense of belonging) terhadap masjid mereka.

Kegiatan ditutup dengan shalat Dzuhur berjamaah di masjid yang kini telah bersih dan wangi, memberikan sensasi kesejukan tersendiri bagi para petugas kebersihan dadakan tersebut. Doa penutup dipanjatkan, memohon agar lelah hari ini dicatat sebagai amal jariyah. PCPM dan KOKAM Kandangan pulang dengan membawa kepuasan batin, menegaskan kembali peran mereka sebagai pelopor, pelangsung, dan penyempurna amanah persyarikatan di tengah-tengah umat.

KANDANGAN, Temanggung – Semangat kepedulian sosial dan nilai-nilai Ta’awun (tolong-menolong) kembali menggema di Kecamatan Kandangan. Segenap keluarga besar Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) bersinergi dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kandangan baru saja menuntaskan periode penggalangan dana kemanusiaan yang berlangsung selama sepuluh hari, terhitung sejak tanggal 8 hingga 17 Desember 2025.

Gerakan kolektif ini merupakan wujud nyata dari teologi Al-Ma’un yang senantiasa dipegang teguh oleh warga persyarikatan, di mana kepedulian terhadap sesama bukan hanya sekadar wacana, melainkan aksi nyata di lapangan.

Sinergi Lintas Ortom dan Amal Usaha

Ketua Panitia Penggalangan Dana menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas keberhasilan kegiatan ini. Dalam keterangannya, keberhasilan penghimpunan dana ini tidak lepas dari soliditas struktur organisasi Muhammadiyah di tingkat cabang hingga ranting.

“Kami, segenap keluarga besar Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kandangan, mengucapkan terima kasih yang tulus kepada seluruh elemen yang terlibat. Ucapan terima kasih khusus kami sampaikan kepada seluruh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA), serta seluruh Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Cabang Kandangan,” ujarnya.

Partisipasi aktif dari PRM dan PRA menjadi tulang punggung dalam gerakan ini. Mereka bergerak secara masif menggerakkan jamaah di tingkat akar rumput untuk menyisihkan sebagian rezekinya. Begitu pula dengan AUM, mulai dari sekolah-sekolah hingga amal usaha lainnya, yang turut serta menanamkan nilai empati kepada siswa dan karyawan untuk berkontribusi dalam aksi kemanusiaan ini. Amanah donasi yang terkumpul dari jalur struktural ini menjadi bukti bahwa mesin organisasi Muhammadiyah di Kandangan berjalan dengan sangat harmonis dan responsif terhadap isu-isu kemanusiaan.

Aksi Heroik di Tugu Kandangan

Salah satu sorotan utama dalam periode penggalangan dana ini adalah aksi turun ke jalan yang dimotori oleh kader-kader muda AMM. Selama tiga hari berturut-turut di sore hari, para pemuda yang tergabung dalam Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah, dan Tapak Suci, turun ke jalan di titik strategis, yakni pertigaan Tugu Kandangan.

Di bawah terik matahari sore dan hiruk-pikuk lalu lintas, semangat para relawan muda ini tidak surut. Dengan berbekal kardus donasi dan senyum ramah, mereka menyapa para pengguna jalan, mengetuk hati masyarakat umum untuk turut berbagi.

Respons masyarakat Kecamatan Kandangan dan para pelintas jalan sungguh luar biasa. Dari aksi turun ke jalan selama tiga hari tersebut, panitia berhasil menghimpun dana tunai sebesar Rp 8.000.000,- (Delapan Juta Rupiah). Angka ini menunjukkan betapa tingginya tingkat kedermawanan masyarakat Kandangan. Uluran tangan dari para pengendara motor, pengemudi mobil, hingga pedagang di sekitar lokasi menjadi bukti bahwa rasa persaudaraan dan gotong royong masih mengakar kuat di tengah masyarakat.

Transparansi dan Penyaluran Melalui Lazismu

Sebagai bentuk akuntabilitas publik dan transparansi yang menjadi ciri khas gerakan Muhammadiyah, panitia segera melakukan rekapitulasi total setelah periode penggalangan dana ditutup pada 17 Desember 2025.

“Alhamdulillah, total donasi yang terhimpun secara keseluruhan, baik dari jalur struktural PRM/PRA/AUM maupun dari aksi jalanan, adalah sebesar Rp 26.740.500,- (Dua Puluh Enam Juta Tujuh Ratus Empat Puluh Ribu Lima Ratus Rupiah),” ungkap perwakilan PCM Kandangan.

Seluruh dana yang terkumpul tersebut tidak dikelola sendiri, melainkan langsung disalurkan sepenuhnya melalui Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Daerah Temanggung. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa bantuan tersebut dikelola secara profesional, tepat sasaran, dan sesuai dengan regulasi syariah serta hukum yang berlaku. Penyerahan dana ini menegaskan prinsip “Satu Pintu” dalam pengelolaan filantropi di Muhammadiyah, sehingga dampak kemanfaatannya bisa lebih luas dan terukur.

Lazismu Temanggung selaku lembaga penerima amanah akan mendistribusikan bantuan ini sesuai dengan pos-pos kebutuhan mendesak, baik itu untuk respon bencana, bantuan sosial, maupun program kemanusiaan lainnya yang sedang menjadi prioritas persyarikatan saat ini.

Harapan dan Doa

Di penghujung kegiatan, PCM dan AMM Kandangan kembali menegaskan bahwa angka rupiah yang terkumpul hanyalah simbol dari nilai yang lebih besar, yaitu persatuan dan kasih sayang. Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat Ukhuwah Islamiyah di internal warga Muhammadiyah Kandangan sekaligus memperkuat hubungan baik dengan masyarakat umum.

“Semoga Allah SWT memberikan pahala terbaik atas kedermawanan Bapak/Ibu/Saudara sekalian. Kami mendoakan agar setiap Rupiah yang didonasikan dicatat sebagai amal jariyah yang pahalanya terus mengalir, serta memberikan manfaat yang luas bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Semoga harta yang tersisa diberkahi dan rezeki para donatur semakin diluaskan,” tutup pernyataan resmi panitia.

Gerakan ini menjadi penutup tahun 2025 yang manis bagi warga Kandangan, sebuah catatan sejarah kecil bahwa ketika panggilan kemanusiaan datang, warga Kandangan selalu siap hadir untuk memberi arti dan berbagi.

Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

TEMANGGUNG – Jarak ribuan kilometer yang memisahkan Jawa Tengah dengan Pulau Sumatera tidak menjadi penghalang bagi terjalinnya ikatan persaudaraan. Di tengah kabar duka bencana alam banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatera Barat (Sumbar), Sumatera Utara (Sumut), dan Aceh, Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kandangan bergerak cepat merespons panggilan kemanusiaan.

Melalui Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan, AMM secara resmi menyerahkan donasi logistik berupa pakaian pantas pakai kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Temanggung, pada hari ini. Aksi ini bukan sekadar seremonial pemindahan barang, melainkan sebuah manifestasi nyata dari kekuatan tolong-menolong (ta’awun) yang menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat.

Sinergi Kebaikan Lintas Lembaga

Penyerahan bantuan ini dilakukan di kantor BAZNAS Kabupaten Temanggung dan diterima langsung oleh perwakilan pimpinan BAZNAS setempat. Tumpukan pakaian yang diserahkan telah melalui proses sortir yang ketat oleh para kader muda Muhammadiyah Kandangan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa barang yang diterima oleh para penyintas bencana adalah barang yang layak, bersih, dan siap pakai, bukan sekadar barang bekas yang tak berguna.

Ketua PCPM Kandangan (sebagai representasi AMM) menyampaikan bahwa inisiatif ini lahir dari rasa empati mendalam melihat saudara-saudara di Sumatera yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda.

“Kami menyadari bahwa di saat bencana terjadi, kebutuhan sandang menjadi salah satu yang mendesak selain pangan. Melalui BAZNAS Temanggung, kami menitipkan amanah dari warga dan kader AMM Kandangan agar sampai kepada mereka yang membutuhkan di Sumbar, Sumut, dan Aceh,” ujarnya.

Esensi dan Manfaat Saling Tolong Menolong

Fokus utama dari gerakan ini melampaui nilai material dari pakaian itu sendiri. Ada pesan moral yang kuat tentang manfaat saling tolong-menolong yang ingin digemakan oleh AMM Kandangan

Pertama, tolong-menolong sebagai penyembuh trauma. Bagi para korban bencana, menerima bantuan dari saudara yang jauh memberikan dampak psikologis yang luar biasa. Bantuan tersebut mengirimkan pesan bahwa “kalian tidak sendirian.” Perasaan didukung dan dipedulikan adalah langkah awal pemulihan mental bagi para penyintas yang tengah berada dalam titik terendah kehidupannya. Pakaian yang layak pakai bukan hanya melindungi tubuh dari dingin dan penyakit, tetapi juga mengembalikan sebagian kecil martabat kemanusiaan mereka di tengah situasi darurat.

Kedua, memperkuat kohesi sosial. Bencana alam seringkali menjadi momen ujian bagi ketahanan sosial sebuah bangsa. Aksi yang dilakukan AMM Kandangan membuktikan bahwa sekat-sekat geografis dan etnis menjadi tidak relevan ketika kemanusiaan memanggil. Sikap saling membantu ini merajut kembali rasa persatuan, mengingatkan kita bahwa sakitnya satu bagian tubuh bangsa ini akan dirasakan oleh bagian tubuh yang lain. Inilah implementasi nyata dari konsep Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama Muslim) dan Ukhuwah Wathaniyah (persaudaraan sesama anak bangsa).

Ketiga, edukasi empati bagi generasi muda. Melalui proses pengumpulan donasi ini, kader-kader muda di Kandangan belajar secara langsung tentang kepekaan sosial. Tindakan memberi mengajarkan kerendahan hati dan rasa syukur. Manfaat tolong-menolong tidak hanya dirasakan oleh penerima, tetapi juga “menghidupkan” hati pemberinya. Dengan berdonasi, egoisme terkikis dan digantikan oleh rasa tanggung jawab kolektif.

Kepercayaan pada BAZNAS Temanggung

Pemilihan BAZNAS Kabupaten Temanggung sebagai mitra penyaluran bukan tanpa alasan. Kolaborasi antara organisasi kepemudaan (OKP) seperti Pemuda Muhammadiyah dengan lembaga filantropi resmi negara seperti BAZNAS menciptakan ekosistem bantuan yang efektif dan terukur.

Pihak BAZNAS Temanggung mengapresiasi langkah konkret yang dilakukan oleh AMM Kandangan. Sinergi ini menunjukkan bahwa pengelolaan bencana tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan gotong royong semua elemen. BAZNAS memastikan bahwa amanah berupa pakaian pantas pakai ini akan dikelola dengan manajemen logistik yang profesional agar distribusinya tepat sasaran, menjangkau titik-titik pengungsian di Sumatera yang paling membutuhkan namun sulit terakses.

Harapan untuk Pemulihan

Banjir dan longsor di wilayah Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh telah menyisakan duka mendalam dan kerugian materiil yang tak sedikit. Namun, gelombang solidaritas yang dikirimkan dari Temanggung menjadi setitik cahaya harapan.

AMM Kandangan berharap, bantuan ini dapat sedikit meringankan beban para korban. Lebih jauh lagi, gerakan ini diharapkan dapat memantik semangat komunitas lain di Temanggung dan sekitarnya untuk turut serta mengambil peran. Sekecil apapun bantuan yang diberikan, jika dilandasi semangat tolong-menolong yang tulus, akan menjadi energi besar bagi pemulihan pascabencana.

Di akhir kegiatan, perwakilan PCPM Kandangan menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dalam aksi-aksi kemanusiaan di masa depan. Karena pada hakikatnya, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya, dan harta yang paling berharga adalah apa yang kita berikan untuk meringankan beban orang lain.

KANDANGAN – Suasana Sabtu malam yang biasanya digunakan untuk beristirahat di rumah, kali ini tampak berbeda di Gelanggang Olahraga (GOR) “DWK” yang terletak di Dusun Diwak, Desa Baledu, Kecamatan Kandangan. Tepat pada tanggal 13 Desember 2025, riuh rendah suara sepatu berdecit dan tepukan raket memecah keheningan malam. Bukan karena adanya turnamen profesional tingkat daerah, melainkan karena semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan melalui gelaran unik bertajuk “Namplek Cup”.

Acara yang dimulai pukul 20.00 WIB ini dihadiri oleh belasan anggota Pemuda Muhammadiyah dan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Kandangan. Mereka hadir bukan untuk mengejar piala bergilir atau uang pembinaan, melainkan untuk mengejar satu hal yang tak ternilai harganya: kesehatan dan keakraban.

Filosofi “Total Hadiah Sehat”

Sesuai dengan slogan yang tertera pada poster kegiatan, “Tidak Ada Menang, Tidak Ada Kalah, Yang Ada Gembira Bersama,” acara ini memang didesain bukan sebagai ajang kompetisi murni. Panitia penyelenggara secara kreatif menuliskan “Total Hadiah SEHAT” sebagai ganti dari nominal hadiah yang biasanya menjadi daya tarik sebuah turnamen.

Konsep ini menjadi antitesis dari budaya olahraga kompetitif yang seringkali justru memicu ketegangan. Di Namplek Cup, tujuannya adalah murni untuk mengeluarkan keringat. Bagi para anggota KOKAM yang memiliki tugas utama dalam bidang pengamanan dan kesiapsiagaan, menjaga kebugaran fisik adalah sebuah kewajiban. Bulu tangkis dipilih karena olahraga ini melibatkan pergerakan seluruh tubuh, melatih ketangkasan, kecepatan reaksi, dan daya tahan kardiovaskular.

Sepanjang permainan, tidak terlihat wajah-wajah tegang karena takut kehilangan poin. Sebaliknya, gelak tawa justru lebih mendominasi lapangan ketika terjadi rally panjang atau pukulan yang meleset. Belasan anggota yang hadir dibagi secara acak, memungkinkan mereka yang sudah mahir bermain berpasangan dengan mereka yang masih pemula. Hal ini menciptakan suasana inklusif di mana olahraga menjadi milik semua orang, tanpa memandang tingkat keahlian.

Investasi Kesehatan Fisik dan Mental

Di tengah kesibukan aktivitas dakwah dan pekerjaan profesional masing-masing anggota, Namplek Cup menjadi oase penyegaran. Secara medis, aktivitas fisik seperti bulu tangkis yang dilakukan secara rutin—atau setidaknya dalam momentum kebersamaan seperti ini—sangat efektif untuk melepaskan hormon endorfin. Hormon ini berperan penting dalam mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati.

Bagi Pemuda Muhammadiyah Kandangan, kesehatan jasmani dipandang sebagai modal utama dalam beribadah dan berorganisasi. Tubuh yang bugar (al-jism al-qawi) adalah salah satu syarat untuk menunjang aktivitas dakwah yang dinamis. Melalui keringat yang bercucuran malam itu, para kader seolah sedang melakukan “detoksifikasi” dari penatnya rutinitas harian, menggantinya dengan energi positif baru untuk menghadapi pekan mendatang.

Silaturahmi Tanpa Sekat

Selain aspek kesehatan fisik, fokus utama dari Namplek Cup adalah penguatan ukhuwah atau silaturahmi. Seringkali, pertemuan organisasi dalam bentuk rapat formal (syidang) membuat interaksi antaranggota menjadi kaku dan terpaku pada agenda pembahasan program kerja. Namun, di lapangan bulu tangkis, sekat-sekat formalitas tersebut runtuh seketika.

Momen istirahat di pinggir lapangan menjadi waktu yang paling berharga. Sambil menyeka keringat dan meminum air mineral, para anggota PCPM dan KOKAM saling bertukar cerita, mulai dari kabar keluarga, pekerjaan, hingga diskusi ringan mengenai isu-isu keumatan terkini. Obrolan santai (ngopi darat) seperti inilah yang sesungguhnya menjadi perekat emosional yang kuat dalam sebuah organisasi.

Kehadiran belasan anggota dari berbagai latar belakang profesi di GOR DWK Baledu malam itu menunjukkan soliditas yang nyata. Olahraga menjadi bahasa universal yang menyatukan mereka. Tidak ada ketua, tidak ada anggota biasa; di lapangan, semua adalah pemain yang sama-sama ingin mencari keringat. Interaksi yang cair ini diharapkan dapat meminimalisir potensi kesalahpahaman yang mungkin terjadi dalam dinamika organisasi dan memperlancar koordinasi program-program PCPM Kandangan ke depannya.

Menjaga Konsistensi

Kegiatan Namplek Cup yang berakhir menjelang larut malam ini ditutup dengan sesi pendinginan dan foto bersama. Wajah-wajah lelah namun puas terpancar dari para peserta. “Total Hadiah SEHAT” yang dijanjikan panitia benar-benar dibawa pulang oleh setiap peserta dalam bentuk tubuh yang lebih ringan dan hati yang lebih gembira.

PCPM Kandangan berharap kegiatan olahraga rekreasi seperti ini dapat menjadi agenda rutin, bukan sekadar seremonial sesaat. Dengan tubuh yang sehat dan ikatan persaudaraan yang kuat, Pemuda dan KOKAM Kandangan siap untuk terus bergerak, mencerahkan semesta, dan memberikan kemanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat di Kecamatan Kandangan dan sekitarnya. Namplek Cup telah membuktikan bahwa kebahagiaan itu sederhana: cukup dengan raket, shuttlecock, dan teman-teman yang satu frekuensi.

KANDANGAN – Bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang sejumlah wilayah di Pulau Sumatra, khususnya Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar), telah memantik rasa duka mendalam bagi seluruh elemen bangsa. Merespons kondisi darurat tersebut, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kandangan, bersama dengan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) dan Nasyiatul Aisyiyah (NA) Kandangan, bergerak cepat dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penggalangan Dana Bencana Alam.

Rapat koordinasi strategis ini dilaksanakan pada Kamis malam (4/12/2025), bertempat di kediaman salah satu Tokoh Muhammadiyah di Ranting Malebo. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 20.00 hingga 22.00 WIB tersebut berlangsung dalam suasana khidmat, penuh kekeluargaan, namun tetap diwarnai semangat yang berapi-api untuk segera melakukan aksi nyata bagi sesama.

Panggilan Nurani dan Semangat Ta’awun

Pertemuan malam itu bukan sekadar rapat teknis biasa, melainkan sebuah manifestasi dari semangat Ta’awun (tolong-menolong) yang menjadi nafas pergerakan Muhammadiyah. Hadir dalam pertemuan tersebut jajaran pimpinan harian PCM, PCPM, dan NA Kandangan, serta perwakilan dari Lazismu tingkat kantor layanan setempat.

Fokus utama pembahasan adalah merumuskan strategi penggalangan dana yang efektif, masif, dan tepat sasaran untuk meringankan beban saudara-saudara di Sumatra yang kini tengah kehilangan tempat tinggal, harta benda, bahkan anggota keluarga akibat bencana hidrometeorologi tersebut.

Dalam sambutannya, perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kandangan menegaskan bahwa kepedulian terhadap korban bencana adalah bagian tak terpisahkan dari keimanan.

“Bencana yang menimpa saudara kita di Aceh, Sumut, dan Sumbar adalah ujian bagi mereka, namun di saat yang sama adalah ujian kepedulian bagi kita yang berada di tempat aman. Muhammadiyah Kandangan harus hadir. Duka mereka adalah duka kita. Tidak ada alasan bagi kita untuk berdiam diri ketika saudara sebangsa sedang merintih kesakitan,” ungkapnya dengan nada tegas di hadapan peserta rapat.

Kondisi Darurat di Sumatra: Mengapa Kita Harus Bergerak?

Rapat tersebut juga memaparkan data terkini mengenai kondisi di lapangan. Curah hujan ekstrem yang melanda wilayah Sumatra bagian utara dan barat telah meluluhlantakkan infrastruktur vital. Ribuan rumah terendam, jembatan putus, dan akses jalan tertutup material longsor. Kondisi ini memaksa ribuan warga mengungsi dengan perbekalan yang sangat minim. Kebutuhan akan makanan siap saji, air bersih, pakaian, selimut, dan obat-obatan menjadi sangat mendesak.

Menyadari urgensi tersebut, kolaborasi antara "Ayahanda" (PCM), "Angkatan Muda" (PCPM), dan "Putri" (NA) menjadi kunci keberhasilan gerakan ini. Sinergi tiga pilar organisasi otonom (Ortom) di Kandangan ini diharapkan mampu menggerakkan potensi umat secara lebih luas, mulai dari jamaah masjid, warga persyarikatan, hingga masyarakat umum.

Strategi Penggalangan Dana: Satu Gerakan, Satu Tujuan

Diskusi yang berlangsung hangat di Ranting Malebo tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan teknis. PCPM Kandangan, dengan dukungan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM), akan menjadi ujung tombak di lapangan. Mereka akan mengoordinasikan penggalangan dana di titik-titik strategis dan jalan utama, serta melakukan jemput bola ke donatur potensial.

Sementara itu, Nasyiatul Aisyiyah (NA) akan memfokuskan gerakan pada pendekatan keluarga dan komunitas perempuan, serta penggalangan melalui media sosial yang lebih masif. Sentuhan keibuan dan empati dari kader NA diharapkan mampu mengetuk pintu hati para dermawan untuk menyisihkan sebagian rezekinya.

“Kami dari Nasyiatul Aisyiyah melihat bencana ini berdampak besar pada perempuan dan anak-anak. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh ibu dan pemudi di Kandangan untuk ikut andil. Sekecil apapun bantuan yang diberikan, akan sangat berarti bagi senyum anak-anak di pengungsian sana,” ujar perwakilan pimpinan NA Kandangan di sela-sela rapat.

Refleksi Teologis: Menghidupkan Ruh Al-Ma'un

Pertemuan di rumah Tokoh Muhammadiyah Ranting Malebo ini juga menjadi momentum refleksi kembali terhadap Teologi Al-Ma’un yang diajarkan oleh KH. Ahmad Dahlan. Semangat untuk tidak membiarkan orang miskin dan mereka yang tertimpa musibah menderita sendirian menjadi landasan moral gerakan ini.

Para peserta rapat sepakat bahwa gerakan filantropi ini bukan sekadar tentang nominal uang yang terkumpul, melainkan tentang merawat solidaritas kebangsaan dan Ukhuwah Islamiyah. Ini adalah bukti bahwa jarak geografis antara Kandangan dan Sumatra tidak menjadi penghalang untuk saling merangkul.

“Kita mungkin tidak bisa hadir secara fisik di sana untuk mengangkat puing-puing bangunan, tapi kita bisa mengirimkan bantuan yang akan menjadi 'tangan panjang' kepedulian kita. Mari kita buktikan bahwa warga Kandangan adalah masyarakat yang dermawan dan peduli,” tambah salah satu peserta dari unsur Pemuda Muhammadiyah.

Ajakan Terbuka untuk Masyarakat

Sebagai penutup rapat yang berakhir tepat pukul 22.00 WIB, forum menyepakati untuk segera menerbitkan surat instruksi dan edaran penggalangan dana mulai hari ini. Posko bantuan akan dipusatkan di Kantor Layanan Lazismu Kandangan untuk memastikan akuntabilitas dan penyaluran yang terkoordinasi melalui jalur resmi Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).

PCM, PCPM, dan NA Kandangan menyerukan kepada seluruh warga masyarakat Kandangan dan sekitarnya untuk membuka mata hati. Mari sisihkan sebagian rezeki untuk membasuh air mata saudara-saudara kita di Sumatra. Bantuan dapat disalurkan melalui petugas-petugas resmi yang akan mulai bergerak dalam beberapa hari ke depan.

Di tengah dinginnya malam di Ranting Malebo, hangatnya semangat kemanusiaan para kader Muhammadiyah Kandangan menjadi nyala harapan. Harapan bahwa di tengah bencana yang melanda, bangsa ini tidak pernah kehabisan orang-orang baik yang siap berbagi. Semoga ikhtiar ini dicatat sebagai amal saleh dan mampu meringankan beban korban bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Bergerak bersama, mencerahkan semesta, meringankan duka sesama.

TEMANGGUNG (30/11/2025) – Langit pagi di atas Alun-alun Temanggung tampak cerah pada hari Ahad, 30 November 2025. Sejak pukul 07.00 WIB, ribuan warga persyarikatan yang mengenakan pakaian Batik Muhammadiyah Nasional mulai memadati pusat kota, mengubah wajah alun-alun menjadi lautan manusia yang penuh semangat. Hari ini menjadi momen bersejarah bagi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Temanggung yang menggelar Tabligh Akbar sebagai puncak resepsi Milad Muhammadiyah ke-113.

Di tengah antusiasme ribuan jamaah tersebut, tampak pemandangan yang berbeda di beberapa titik strategis. Barisan baret merah dengan seragam loreng khas Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) berdiri tegap, sigap memantau situasi. Di antara pasukan pengaman tersebut, personel KOKAM dari Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan hadir dengan kekuatan penuh, mengambil peran ganda yang krusial: turut memeriahkan syiar sekaligus menjadi garda terdepan dalam mengamankan jalannya acara.

Dedikasi KOKAM Kandangan: Lebih dari Sekadar Penjaga

Kehadiran KOKAM PCPM Kandangan dalam agenda besar ini bukan sekadar formalitas. Sejak pagi buta, sebelum acara dimulai pada sesi “Pra Acara”, personel KOKAM Kandangan telah melakukan apel koordinasi. Mereka menyebar di berbagai titik vital, mulai dari pengaturan area parkir, sterilisasi panggung utama, hingga membuat barikade manusia untuk memastikan tamu VIP dan pembicara dapat memasuki lokasi dengan aman.

Partisipasi KOKAM Kandangan hari ini membawa misi “memeriahkan dan mengamankan”. Di satu sisi, kehadiran mereka adalah bentuk syiar kekuatan angkatan muda Muhammadiyah yang solid. Di sisi lain, mereka menjalankan fungsi pam-wal (pengamanan dan pengawalan) untuk memastikan ketertiban ribuan jamaah yang hadir agar tetap kondusif, mengingat acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting dan melibatkan massa yang sangat besar. Ketegasan yang dibalut dengan kesantunan menjadi ciri khas pelayanan mereka kepada warga persyarikatan hari ini.

Rangkaian Acara yang Padat dan Bermakna

Acara dimulai tepat pukul 07.00 WIB dengan penampilan memukau dari siswa-siswi SD dan MI Muhammadiyah se-Temanggung. Penampilan seni dan budaya dari tunas-tunas muda ini menjadi pembuka yang menyegarkan, disaksikan dengan bangga oleh para orang tua dan jamaah. Personel KOKAM Kandangan terlihat membantu menertibkan area depan panggung agar anak-anak dapat tampil maksimal tanpa gangguan dari kerumunan penonton yang antusias.

Memasuki pukul 08.30 WIB, acara inti dibuka. Suasana semakin khidmat ketika lagu Indonesia Raya dan Sang Surya bergema di Alun-alun Temanggung. KOKAM Kandangan mengambil sikap sempurna, memberikan penghormatan tertinggi sebagai simbol nasionalisme dan loyalitas pada persyarikatan.

Salah satu momen penting dalam resepsi Milad kali ini adalah sesi pada pukul 09.30 WIB, yakni penganugerahan CRM Awards 2025 dan Launching Kemah Anak Islam (KEMAIS). Peluncuran KEMAIS ini menjadi sorotan khusus bagi Pemuda Muhammadiyah. KEMAIS digadang-gadang sebagai kawah candradimuka bagi kader-kader cilik Muhammadiyah masa depan. Bagi KOKAM Kandangan, peluncuran ini adalah sinyal positif regenerasi, di mana mereka siap menjadi kakak asuh dan pelindung bagi adik-adik peserta kemah nantinya.

Tabligh Akbar: Menyelami Sejarah untuk Masa Depan

Puncak acara berlangsung pada pukul 10.00 WIB dengan digelarnya Tabligh Akbar. Dua tokoh sentral hadir di atas panggung: Prof. Dr. Sudarnoto Abdul Hakim M.A., seorang Sejarawan Muhammadiyah yang disegani, serta Drs. Makmun Pitoyo, M.Pd., selaku Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Temanggung.

Dalam tausiyahnya, Prof. Sudarnoto menekankan pentingnya merefleksikan perjalanan 113 tahun Muhammadiyah dalam memajukan kesejahteraan bangsa. Narasi sejarah yang beliau sampaikan membakar semangat jamaah, mengingatkan bahwa Muhammadiyah lahir untuk memberi solusi bagi umat. Sementara itu, Drs. Makmun Pitoyo memberikan penguatan ideologis bagi warga Temanggung untuk terus solid dan berkemajuan.

Selama sesi inti ini berlangsung, kewaspadaan KOKAM Kandangan justru meningkat. Mereka memastikan tidak ada gangguan suara atau pergerakan massa yang dapat memecah konsentrasi jamaah dalam menyimak ilmu. Kepatuhan jamaah terhadap catatan panitia untuk “menjaga kebersihan” juga turut diawasi oleh anggota KOKAM, yang sesekali dengan ramah mengingatkan warga untuk memungut sampah di sekitar mereka.

Sinergi untuk Temanggung Berkemajuan

Acara berakhir menjelang pukul 11.00 WIB dengan tertib. Peran KOKAM PCPM Kandangan belum selesai saat panggung ditutup. Mereka membantu mengurai kemacetan arus balik jamaah dan memastikan area Alun-alun Temanggung kembali bersih seperti sedia kala.

Partisipasi aktif KOKAM Kandangan dalam Milad ke-113 ini membuktikan bahwa Pemuda Muhammadiyah di tingkat cabang memiliki ghirah (semangat) yang tinggi. Sinergi antara KOKAM, panitia daerah, dan ribuan warga Muhammadiyah menjadikan perhelatan di Alun-alun Temanggung hari ini bukan sekadar seremonial ulang tahun organisasi, melainkan sebuah unjuk kekuatan solidaritas Islam yang damai, tertib, dan berkemajuan.

Bagi KOKAM PCPM Kandangan, tugas hari ini adalah kehormatan. Mengawal ulama, melayani jamaah, dan menjaga marwah persyarikatan adalah implementasi nyata dari trilogi KOKAM: Menjaga Tauhid, Menjaga Ilmu, dan Menjaga Amal. Milad ke-113 Muhammadiyah di Temanggung telah sukses digelar, dan jejak loreng KOKAM Kandangan menjadi saksi bisu dedikasi tanpa batas angkatan muda bagi persyarikatan.

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.