Solidaritas Tanpa Batas: AMM Kandangan Gandeng BAZNAS Temanggung Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Sumatera

TEMANGGUNG – Jarak ribuan kilometer yang memisahkan Jawa Tengah dengan Pulau Sumatera tidak menjadi penghalang bagi terjalinnya ikatan persaudaraan. Di tengah kabar duka bencana alam banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatera Barat (Sumbar), Sumatera Utara (Sumut), dan Aceh, Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kandangan bergerak cepat merespons panggilan kemanusiaan.

Melalui Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan, AMM secara resmi menyerahkan donasi logistik berupa pakaian pantas pakai kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Temanggung, pada hari ini. Aksi ini bukan sekadar seremonial pemindahan barang, melainkan sebuah manifestasi nyata dari kekuatan tolong-menolong (ta’awun) yang menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat.

Sinergi Kebaikan Lintas Lembaga

Penyerahan bantuan ini dilakukan di kantor BAZNAS Kabupaten Temanggung dan diterima langsung oleh perwakilan pimpinan BAZNAS setempat. Tumpukan pakaian yang diserahkan telah melalui proses sortir yang ketat oleh para kader muda Muhammadiyah Kandangan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa barang yang diterima oleh para penyintas bencana adalah barang yang layak, bersih, dan siap pakai, bukan sekadar barang bekas yang tak berguna.

Ketua PCPM Kandangan (sebagai representasi AMM) menyampaikan bahwa inisiatif ini lahir dari rasa empati mendalam melihat saudara-saudara di Sumatera yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda.

“Kami menyadari bahwa di saat bencana terjadi, kebutuhan sandang menjadi salah satu yang mendesak selain pangan. Melalui BAZNAS Temanggung, kami menitipkan amanah dari warga dan kader AMM Kandangan agar sampai kepada mereka yang membutuhkan di Sumbar, Sumut, dan Aceh,” ujarnya.

Esensi dan Manfaat Saling Tolong Menolong

Fokus utama dari gerakan ini melampaui nilai material dari pakaian itu sendiri. Ada pesan moral yang kuat tentang manfaat saling tolong-menolong yang ingin digemakan oleh AMM Kandangan

Pertama, tolong-menolong sebagai penyembuh trauma. Bagi para korban bencana, menerima bantuan dari saudara yang jauh memberikan dampak psikologis yang luar biasa. Bantuan tersebut mengirimkan pesan bahwa “kalian tidak sendirian.” Perasaan didukung dan dipedulikan adalah langkah awal pemulihan mental bagi para penyintas yang tengah berada dalam titik terendah kehidupannya. Pakaian yang layak pakai bukan hanya melindungi tubuh dari dingin dan penyakit, tetapi juga mengembalikan sebagian kecil martabat kemanusiaan mereka di tengah situasi darurat.

Kedua, memperkuat kohesi sosial. Bencana alam seringkali menjadi momen ujian bagi ketahanan sosial sebuah bangsa. Aksi yang dilakukan AMM Kandangan membuktikan bahwa sekat-sekat geografis dan etnis menjadi tidak relevan ketika kemanusiaan memanggil. Sikap saling membantu ini merajut kembali rasa persatuan, mengingatkan kita bahwa sakitnya satu bagian tubuh bangsa ini akan dirasakan oleh bagian tubuh yang lain. Inilah implementasi nyata dari konsep Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama Muslim) dan Ukhuwah Wathaniyah (persaudaraan sesama anak bangsa).

Ketiga, edukasi empati bagi generasi muda. Melalui proses pengumpulan donasi ini, kader-kader muda di Kandangan belajar secara langsung tentang kepekaan sosial. Tindakan memberi mengajarkan kerendahan hati dan rasa syukur. Manfaat tolong-menolong tidak hanya dirasakan oleh penerima, tetapi juga “menghidupkan” hati pemberinya. Dengan berdonasi, egoisme terkikis dan digantikan oleh rasa tanggung jawab kolektif.

Kepercayaan pada BAZNAS Temanggung

Pemilihan BAZNAS Kabupaten Temanggung sebagai mitra penyaluran bukan tanpa alasan. Kolaborasi antara organisasi kepemudaan (OKP) seperti Pemuda Muhammadiyah dengan lembaga filantropi resmi negara seperti BAZNAS menciptakan ekosistem bantuan yang efektif dan terukur.

Pihak BAZNAS Temanggung mengapresiasi langkah konkret yang dilakukan oleh AMM Kandangan. Sinergi ini menunjukkan bahwa pengelolaan bencana tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan gotong royong semua elemen. BAZNAS memastikan bahwa amanah berupa pakaian pantas pakai ini akan dikelola dengan manajemen logistik yang profesional agar distribusinya tepat sasaran, menjangkau titik-titik pengungsian di Sumatera yang paling membutuhkan namun sulit terakses.

Harapan untuk Pemulihan

Banjir dan longsor di wilayah Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh telah menyisakan duka mendalam dan kerugian materiil yang tak sedikit. Namun, gelombang solidaritas yang dikirimkan dari Temanggung menjadi setitik cahaya harapan.

AMM Kandangan berharap, bantuan ini dapat sedikit meringankan beban para korban. Lebih jauh lagi, gerakan ini diharapkan dapat memantik semangat komunitas lain di Temanggung dan sekitarnya untuk turut serta mengambil peran. Sekecil apapun bantuan yang diberikan, jika dilandasi semangat tolong-menolong yang tulus, akan menjadi energi besar bagi pemulihan pascabencana.

Di akhir kegiatan, perwakilan PCPM Kandangan menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dalam aksi-aksi kemanusiaan di masa depan. Karena pada hakikatnya, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya, dan harta yang paling berharga adalah apa yang kita berikan untuk meringankan beban orang lain.

Tags

Posting Komentar

[blogger]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.