Articles by "Ekonomi"

Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan

KANDANGAN – Di bawah terik matahari yang mulai menyengat di kawasan Kandangan, deru semangat tidak surut dari wajah-wajah muda yang berkumpul di sebuah lahan produktif. Mengenakan seragam loreng khas yang gagah namun tak segan bersimbah peluh, puluhan anggota Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) bersama jajaran Pemuda Muhammadiyah Kandangan tampak sibuk bergelut dengan tanah.

Bukan sedang melakukan simulasi pengamanan atau latihan fisik militer, kali ini “senjata” yang mereka pegang adalah cangkul, mulsa, dan ribuan bibit tomat siap tanam. Kegiatan ini menandai langkah konkret organisasi dalam mewujudkan kemandirian ekonomi melalui sektor agribisnis.

Menanam Benih Kemandirian

Gerakan menanam tomat ini bukan sekadar aktivitas pengisi waktu luang. Bagi Pemuda Muhammadiyah Kandangan, lahan yang mereka kelola adalah laboratorium kewirausahaan. Selama ini, organisasi seringkali bergantung pada iuran anggota atau bantuan eksternal untuk menjalankan program kerja. Kini, paradigma itu mulai bergeser.

Ketua Pemuda Muhammadiyah setempat menegaskan bahwa sektor ekonomi harus menjadi pilar utama jika organisasi ingin tetap relevan dan berdaya ledak tinggi.

“Kami ingin membuktikan bahwa Pemuda dan KOKAM tidak hanya pandai berbaris atau menjaga keamanan acara saja. Kami juga harus pandai membaca peluang pasar dan mengelola aset bumi. Menanam tomat adalah langkah awal kami menuju kemandirian finansial organisasi,” ujarnya di sela-sela penanaman.

Mengapa Tomat?

Pemilihan komoditas tomat bukanlah tanpa alasan yang matang. Melalui riset kecil-kecilan dan diskusi dengan praktisi pertanian lokal, tomat dipilih karena beberapa faktor strategis:

  • Masa Panen yang Relatif Cepat: Tomat hanya membutuhkan waktu sekitar 60-90 hari untuk mulai panen, sehingga perputaran modal organisasi bisa berjalan lebih dinamis.
  • Permintaan Pasar Tinggi: Sebagai kebutuhan dapur pokok, serapan pasar di wilayah Kandangan dan sekitarnya tergolong stabil.
  • Pemanfaatan Lahan Optimasi: Karakteristik lahan yang dikelola sangat cocok dengan varietas tomat yang dipilih, yang memiliki daya tahan kuat terhadap hama lokal.

Sinergi KOKAM: Dari Keamanan ke Ketahanan Pangan

Keterlibatan KOKAM dalam aksi ini memberikan warna tersendiri. KOKAM yang selama ini dikenal sebagai garda terdepan dalam urusan kemanusiaan dan kebencanaan, kini menunjukkan sisi humanis dan produktifnya di bidang ketahanan pangan.

Instruksi untuk terjun ke sawah ini disambut antusias. Anggota KOKAM tidak hanya menyumbangkan tenaga kasar, tetapi juga terlibat dalam sistem manajemen pengairan dan penjagaan lahan dari gangguan hama maupun faktor eksternal lainnya. Ini adalah bentuk implementasi dari profil kader yang tangguh secara fisik, namun juga cerdas secara ekonomi.

Harapan Besar di Sektor Wirausaha

Output yang diharapkan dari proyek ini sangat jelas: Profitabilitas yang berkelanjutan. Hasil penjualan panen tomat nantinya akan masuk ke dalam kas bidang ekonomi dan kewirausahaan. Dana tersebut diproyeksikan untuk membiayai kegiatan dakwah, pelatihan kepemimpinan, hingga pemberian beasiswa bagi kader yang membutuhkan.

Lebih dari sekadar uang, kegiatan ini adalah sarana edukasi on-the-job training bagi para pemuda. Mereka belajar tentang:

  1. Manajemen Risiko: Bagaimana menghadapi cuaca yang tidak menentu.
  2. Analisis Biaya: Menghitung modal bibit, pupuk, hingga proyeksi keuntungan.
  3. Pemasaran: Bagaimana membangun jejaring dengan tengkulak maupun pasar retail modern secara mandiri.

Langkah Menuju Masa Depan

Jika proyek percontohan (pilot project) ini berhasil, Pemuda Muhammadiyah Kandangan berencana mengekspansi lahan mereka dengan komoditas lain seperti cabai atau sayuran organik. Mereka bermimpi suatu saat nanti memiliki “Brand Pertanian Pemuda” yang mampu memasok kebutuhan sayur-mayur di pasar-pasar lokal secara konsisten.

“Kami ingin menciptakan ekosistem di mana pemuda tidak lagi merasa gengsi untuk bertani. Bertani dengan cara modern, terukur, dan menghasilkan secara finansial adalah jalan ninja kami dalam berdakwah di sektor ekonomi,” tambah salah satu koordinator lapangan KOKAM.

Aksi nyata di Kandangan ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kedaulatan sebuah bangsa—dan organisasi—dimulai dari apa yang ditanam di tanahnya sendiri. Saat bibit-bibit tomat itu mulai berakar, di sana pulalah harapan akan kemandirian ekonomi pemuda mulai tumbuh bersemi.

KANDANGAN – Semangat kemandirian ekonomi bukan hanya sekadar wacana di meja rapat bagi Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan. Hal ini dibuktikan secara nyata melalui aksi turun ke ladang yang dilakukan secara kolaboratif bersama Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Kandangan. Pada akhir pekan ini, puluhan personel bersinergi melaksanakan tahap awal program Bidang Ekonomi, yakni persiapan lahan untuk usaha produktif pertanian sayuran.

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari ini difokuskan pada pembersihan lahan (land clearing) dan penyemprotan gulma atau rumput liar. Langkah ini menjadi fondasi krusial sebelum lahan tersebut ditanami berbagai komoditas sayuran yang direncanakan akan menjadi salah satu pilar pendapatan organisasi.

Transformasi Semangat Jihad Ekonomi

Langkah PCPM Kandangan ini merupakan manifestasi dari gerakan “Jihad Ekonomi” yang selama ini digelorakan oleh Persyarikatan Muhammadiyah. Jika biasanya pemuda identik dengan kegiatan seremonial atau pengajian rutin, PCPM Kandangan mencoba mendobrak paradigma tersebut dengan terjun langsung ke sektor riil.

Ketua PCPM Kandangan menegaskan bahwa program pertanian ini bukan sekadar aktivitas mengisi waktu luang, melainkan sebuah strategi jangka panjang. “Kita ingin PCPM Kandangan memiliki nafas yang panjang dalam berorganisasi. Salah satu syaratnya adalah kemandirian finansial. Dengan mengelola lahan tidur menjadi lahan produktif, kita berikhtiar agar roda organisasi bisa bergerak tanpa harus selalu bergantung pada proposal atau donasi eksternal,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Sinergi antara struktural PCPM dan anggota KOKAM terlihat sangat padu di lapangan. Atribut baret merah yang biasanya lekat dengan pengamanan pengajian atau kegiatan kebencanaan, kali ini berganti dengan topi caping, tangki penyemprot (sprayer), dan peralatan pertanian lainnya. Namun, semangat korsa dan disiplin tetap terlihat jelas dalam pembagian tugas kerja.

Tahapan Krusial: Pembersihan dan Penyemprotan

Fokus kegiatan kali ini adalah pembersihan lahan dari semak belukar dan penyemprotan herbisida untuk mematikan rumput liar yang berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman utama nantinya. Lahan yang digarap memiliki potensi yang cukup besar jika dikelola dengan manajemen pertanian yang tepat.

Koordinator Bidang Ekonomi PCPM Kandangan menjelaskan teknis kegiatan hari ini. “Hari ini adalah tahap nol. Sebelum kita bicara bibit dan panen, lahannya harus siap dulu. Kita melakukan penyemprotan massal untuk membasmi gulma. Ini penting agar nutrisi tanah nantinya bisa terserap maksimal oleh sayuran yang akan kita tanam, tidak berebut dengan rumput liar,” jelasnya.

Proses penyemprotan dilakukan dengan hati-hati dan sistematis. Anggota KOKAM berbaris rapi menyusuri bedengan lahan, memastikan setiap jengkal tanah mendapatkan perlakuan yang sama. Semangat gotong royong sangat terasa, diselingi canda tawa khas pemuda yang membuat pekerjaan fisik yang berat terasa lebih ringan.

Membangun Mentalitas Wirausaha Pemuda

Lebih dari sekadar mengejar keuntungan materi, program ini juga didesain sebagai laboratorium kewirausahaan bagi para kader. PCPM Kandangan menyadari bahwa sektor pertanian, khususnya hortikultura sayuran, memiliki perputaran ekonomi yang cepat dan permintaan pasar yang tak pernah surut.

Dengan melibatkan kader secara langsung—mulai dari persiapan lahan, penanaman, perawatan, hingga nanti pasca-panen dan pemasaran—PCPM Kandangan sedang menanamkan mentalitas produktif. Para pemuda diajarkan untuk melihat peluang, bekerja keras, dan menghargai proses. Harapannya, ilmu yang didapat dari ladang organisasi ini bisa diadopsi oleh para kader untuk diterapkan dalam kehidupan pribadi mereka, sehingga mampu mengangkat taraf ekonomi anggota.

Menyongsong Panen dan Harapan Baru

Setelah proses penyemprotan dan pembersihan ini selesai, lahan akan diistirahatkan sejenak (inkubasi) agar gulma mati sempurna dan tanah siap diolah lebih lanjut. Tahap berikutnya adalah penggemburan tanah, pembuatan bedengan, dan pemberian pupuk dasar sebelum akhirnya bibit sayuran ditanam.

Rencana komoditas sayuran yang dipilih pun telah melalui riset pasar sederhana, mempertimbangkan jenis tanaman yang cocok dengan agroklimat Kandangan dan memiliki nilai jual yang stabil.

Kegiatan hari ini ditutup dengan makan bersama di pinggir sawah, sebuah tradisi sederhana yang kian mempererat ukhuwah antar anggota. Wajah-wajah lelah namun puas terpancar dari para kader PCPM dan KOKAM. Mereka sadar, keringat yang menetes hari ini adalah investasi untuk masa depan organisasi yang lebih bermartabat.

Melalui program pertanian produktif ini, PCPM Kandangan mengirimkan pesan kuat kepada masyarakat luas: Pemuda Muhammadiyah tidak hanya lantang dalam berdakwah lisan, tetapi juga tangguh dalam berdakwah bil-hal (dengan perbuatan nyata) melalui pemberdayaan ekonomi. Semoga ikhtiar ini membuahkan hasil yang berkah, menjadikan lahan yang subur sebagai saksi kemandirian pemuda Kandangan.

Gerakan Jihad Ekonomi: PCPM Kandangan Survei Lahan Milik Tokoh Muhammadiyah Baledu untuk Sentra Sayuran Produktif

KANDANGAN (23/11/2025) – Semangat kemandirian ekonomi terus digelorakan oleh angkatan muda Muhammadiyah. Pada hari ini, Ahad, 23 November 2025, Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan merealisasikan langkah konkret dalam pilar ketiga Muhammadiyah, yakni bidang ekonomi, dengan melaksanakan survei lokasi lahan produktif di wilayah Ranting Muhammadiyah Baledu.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan strategis antara PCPM Kandangan dengan salah satu tokoh senior Muhammadiyah Ranting Baledu. Tokoh tersebut dengan sukarela meminjamkan lahan miliknya untuk dikelola sepenuhnya oleh Pemuda Muhammadiyah sebagai lahan pertanian produktif. Langkah ini dinilai sebagai terobosan vital dalam menciptakan amal usaha yang nyata, sekaligus memutus ketergantungan organisasi pada pendanaan konvensional.

Sinergi Lintas Generasi

Pukul 08.00 WIB, rombongan pengurus PCPM Kandangan yang terdiri dari Bidang Ekonomi dan Kewirausahaan serta anggota KOKAM tiba di lokasi. Kedatangan mereka disambut hangat oleh pemilik lahan dan jajaran Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Baledu. Suasana sejuk pedesaan Baledu menjadi saksi kolaborasi apik antara golongan tua yang memiliki aset dan golongan muda yang memiliki tenaga serta visi inovasi.

Dalam sesi survei tersebut, tim melakukan pengukuran luas lahan, pengecekan kontur tanah, serta analisis sumber air irigasi. Hal ini krusial mengingat rencana utama pemanfaatan lahan ini adalah untuk budidaya tanaman hortikultura, khususnya sayur-sayuran jangka pendek yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan perputaran modal yang cepat.

Ketua PCPM Kandangan, Wahyu, di sela-sela kegiatan survei menegaskan bahwa program ini bukan sekadar bertani biasa.

"Ini adalah bentuk jihad ekonomi. Kami tidak ingin Pemuda Muhammadiyah hanya sibuk di ruang rapat, tetapi juga harus turun ke tanah, berkeringat, dan menghasilkan sesuatu yang nyata. Kepercayaan yang diberikan oleh Ayahanda Rinjani ini adalah amanah besar. Lahan ini harus jadi role model bagaimana wakaf manfaat atau pinjam pakai lahan bisa menghidupi nafas organisasi," ujarnya dengan penuh semangat.

Fokus Komoditas: Ketahanan Pangan Lokal

Berdasarkan hasil diskusi di lapangan setelah melihat kondisi tanah yang gembur dan ketersediaan air yang cukup memadai, tim survei menyimpulkan bahwa lahan ini sangat potensial untuk ditanami berbagai jenis sayuran. Beberapa komoditas yang masuk dalam radar perencanaan antara lain cabai, terong, kangkung, bayam, hingga tomat.

Pilihan jatuh pada tanaman sayuran bukan tanpa alasan. Selain masa panen yang relatif singkat (mulai dari 25 hari hingga 3 bulan), permintaan pasar terhadap sayuran segar di wilayah Kandangan dan sekitarnya masih sangat tinggi.

"Kami melihat peluang pasar yang terbuka. Rencananya, hasil panen nanti tidak hanya dijual ke pasar induk, tetapi juga akan kami tawarkan langsung ke warga persyarikatan melalui sistem pre-order atau pasar warga. Ini menciptakan ekosistem ekonomi yang berputar dari jamaah untuk jamaah," tambah Koordinator Bidang Ekonomi PCPM Kandangan.


Strategi ini diharapkan mampu menjadi penopang kas organisasi. Keuntungan dari pengelolaan lahan ini diproyeksikan untuk mendanai kegiatan-kegiatan dakwah Pemuda Muhammadiyah, santunan sosial, hingga pengembangan kapasitas kader, sehingga PCPM Kandangan dapat memiliki kemandirian finansial yang berkelanjutan.

Spirit Al-Maun dalam Pertanian

Pemilik lahan, Ayahanda Rinjani, menyampaikan rasa harunya melihat semangat anak-anak muda yang mau turun ke sawah. Bagi beliau, meminjamkan lahan ini adalah implementasi dari spirit Al-Maun dan ta’awun (tolong-menolong). Daripada lahan tersebut tidur atau kurang produktif, menyerahkannya kepada Pemuda Muhammadiyah dinilai akan membawa keberkahan yang lebih luas.

"Muhammadiyah itu besar karena keikhlasan warganya. Saya titipkan lahan ini kepada anak-anak muda agar dikelola dengan serius. Jangan takut gagal, karena bertani itu belajar sabar dan tawakal. Harapan saya, dari tanah ini nanti tumbuh kader-kader yang tidak hanya pandai berpidato, tapi juga pandai mencari nafkah dan memberdayakan masyarakat," ungkapnya.

Langkah Selanjutnya

Pasca survei hari ini, tim PCPM Kandangan akan segera menyusun timeline kerja. Tahap pertama yang akan dilakukan dalam minggu ini adalah pembersihan lahan (land clearing) dan pengolahan tanah. PCPM juga berencana melibatkan kader-kader muda yang memiliki latar belakang pendidikan pertanian atau pengalaman bertani untuk menjadi mentor teknis di lapangan.

Program ini juga diharapkan menjadi laboratorium alam bagi kader. Di sini, mereka akan belajar manajemen agribisnis, kerja sama tim, hingga strategi pemasaran digital untuk produk pertanian.

Kegiatan survei berakhir pada pukul 17.00 WIB, ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah sederhana. Dengan terlaksananya survei ini, satu langkah besar telah diambil oleh PCPM Kandangan. Di tengah tantangan ekonomi global yang tidak menentu, inisiatif pengelolaan lahan produktif di Baledu ini menjadi oase optimisme bahwa Pemuda Muhammadiyah siap menjadi pilar penyangga ekonomi umat yang tangguh dan berkemajuan.

Dari Baledu, benih kemandirian itu mulai disemaikan. Insya Allah, dalam waktu dekat, panen raya keberkahan akan segera dinikmati bersama.

KANDANGAN – Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kecamatan Kandangan pada hari Ahad, 3 Agustus 2025, resmi meluncurkan program ekonomi terbarunya yang bernama "Pasar Pagi". Inisiatif yang digagas oleh Majelis Ekonomi ini bertujuan untuk memberdayakan ekonomi kader persyarikatan dengan menyediakan wadah untuk menjual produk-produk karya mereka, sekaligus memperkuat kas organisasi melalui sistem bagi hasil.





Peluncuran perdana program ini digelar secara strategis bersamaan dengan acara rutin Kajian Ahad Pagi, yang dihadiri oleh seratusan jamaah Muhammadiyah di wilayah Kecamatan Kandangan. Sejak pagi hari, area di sekitar lokasi kajian telah diramaikan oleh stan sederhana yang memamerkan beragam produk unggulan karya para kader.

Produk yang dijual sangat bervariasi, rencananya mulai dari kuliner seperti aneka kue basah dan makanan siap saji, produk agrikultur lokal seperti sayuran organik, hingga kerajinan tangan dan pakaian Muslim. Antusiasme jamaah terlihat jelas saat mereka mengerumuni stan-stan tersebut setelah kajian selesai, memilih dan membeli produk sambil bersilaturahmi.

Ketua Majelis Ekonomi PCPM Kandangan, sebut saja Aji Jati, menyatakan bahwa program ini adalah wujud nyata dari semangat kemandirian ekonomi yang diusung Muhammadiyah.

"Tujuan kami ada dua," jelas Aji. "Pertama, menyediakan pasar yang jelas bagi produk-produk berkualitas dari kader kami, sehingga dapat meningkatkan pendapatan mereka. Kedua, kami ingin menumbuhkan ekosistem ekonomi yang saling mendukung di dalam persyarikatan."

Keunikan dari program Pasar Pagi ini terletak pada sistem pengelolaannya. Sebagian dari keuntungan penjualan tidak sepenuhnya kembali ke penjual, melainkan disisihkan untuk kas PCPM Kandangan melalui mekanisme bagi hasil yang telah disepakati bersama.

Wahyu Anggoro, Ketua Umum PCPM Kandangan, menambahkan bahwa dana yang terkumpul dari bagi hasil ini akan dialokasikan sepenuhnya untuk mendanai kegiatan dakwah dan program-program sosial kepemudaan.

"Ini adalah cara kami untuk menjadi lebih mandiri secara finansial. Dengan adanya sumber pemasukan ini, kegiatan dakwah, pelatihan kader, dan aktivitas sosial kami tidak lagi hanya bergantung pada donasi. Ini adalah ekonomi yang menggerakkan dakwah," tegas Wahyu.

Para jamaah yang hadir menyambut baik inisiatif ini. Salah seorang pengunjung, Ibu Aisyah, mengaku senang bisa membeli produk berkualitas sekaligus merasa ikut berkontribusi pada kegiatan Pemuda Muhammadiyah.

"Produknya bagus-bagus dan harganya terjangkau. Yang terpenting, kita tahu uang yang kita belanjakan sebagian akan digunakan untuk kebaikan. Semoga program ini bisa terus berjalan," ujarnya.

PCPM Kandangan berharap program Pasar Pagi ini dapat diselenggarakan secara rutin setiap Ahad pagi. Ke depannya, mereka berencana untuk terus mengembangkan program ini, baik dari segi jumlah penjual, variasi produk, maupun sistem manajemen yang lebih profesional, demi terwujudnya kemandirian ekonomi dan dakwah yang berkelanjutan.

KANDANGAN – Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan bersama Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) menunjukkan langkah nyata dalam penguatan program ekonomi. Pada hari ini, Kamis (31/7/2025) yang merupakan hari ke-dua, beberapa kader angkatan muda Muhammadiyah ini bersinergi melaksanakan kegiatan panen kopi bersama di Dusun Ketuwon, Desa Malebo, Kecamatan Kandangan.





Kegiatan yang merupakan bagian dari implementasi program bidang ekonomi dan kewirausahaan ini dipusatkan di kebun kopi milik salah satu tokoh senior Muhammadiyah di Kandangan. Sejak pagi, para anggota Pemuda Muhammadiyah dan Kokam dengan penuh semangat memetik biji-biji kopi yang telah memerah, menciptakan suasana kebersamaan dan gotong royong.

Ketua PCPM Kandangan, Wahyu, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan jiwa wirausaha di kalangan kader. "Ini adalah aksi konkret kami. Kami tidak ingin program ekonomi hanya berhenti di rapat atau wacana. Hari ini kami turun langsung, belajar dari proses hulu, yaitu memanen," ujarnya di sela-sela kegiatan.

Menurut informasi yang dihimpun di lokasi, kebun kopi ini memiliki potensi yang cukup besar. Pada panen di tahun-tahun sebelumnya, kebun ini mampu menghasilkan hingga 1,2 ton biji kopi. Namun, tantangan berbeda dihadapi pada tahun ini.

"Betul, tahun-tahun lalu hasilnya sangat melimpah, bisa mencapai 1,2 ton. Tapi untuk tahun ini, sepertinya hasil panen tidak akan sebanyak itu. Buah kopinya tidak selebat musim sebelumnya, mungkin karena faktor cuaca dan kondisi alam," ungkap pemilik kebun kopi yang juga sering terlibat dalam panen di kebun tersebut.

Meskipun hasil panen tahun ini diperkirakan menurun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para kader. Sistem kerja sama yang diterapkan pun dinilai adil dan mendidik, yakni melalui upah panen bagi hasil.

"Sistemnya bagi hasil. Jadi, upah yang kami terima bukan harian, melainkan persentase dari hasil perolehan kopi yang kami petik. Ini mengajarkan kami tentang rasa memiliki, tanggung jawab, dan bagaimana keuntungan dibagi secara adil," jelas Komandan Kokam PCPM Kandangan, yang turut serta memimpin anggotanya.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan keuntungan finansial sesaat, tetapi juga menjadi pemantik bagi para pemuda Muhammadiyah Kandangan untuk melirik dan mengembangkan potensi ekonomi lokal, khususnya di sektor agribisnis, demi mewujudkan kemandirian ekonomi organisasi dan para kadernya di masa depan.

KANDANGAN, 6 JUNI 2025 – Semangat menyambut Hari Raya Iduladha 1446 H mulai terasa di Kecamatan Kandangan. Pada Kamis malam (6/6), Bidang Ekonomi Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan sukses mencatatkan penjualan perdana dalam program penyediaan hewan kurban tahun ini.

Satu ekor kambing kurban secara resmi menjadi milik Bapak Muhdiyono setelah transaksi diselesaikan. Bapak Muhdiyono merupakan warga yang berdomisili di Dusun Diwak, Desa Baledu, Kandangan. Penjualan ini menjadi penanda awal yang positif bagi program tahunan yang diinisiasi oleh PCPM Kandangan.

"Alhamdulillah, ini adalah langkah awal yang baik. Program ini tidak hanya bertujuan membantu masyarakat mendapatkan hewan kurban yang layak, tetapi juga menjadi bagian dari syiar dakwah dan penguatan ekonomi organisasi," ujar perwakilan dari Bidang Ekonomi PCPM Kandangan.

Program penyediaan hewan kurban ini akan terus dibuka bagi masyarakat luas yang ingin berpartisipasi dalam ibadah kurban melalui PCPM Kandangan. Diharapkan, langkah awal ini dapat menarik lebih banyak partisipasi dari masyarakat sekitar.

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.