KANDANGAN – Suasana Sabtu malam yang biasanya digunakan untuk beristirahat di rumah, kali ini tampak berbeda di Gelanggang Olahraga (GOR) “DWK” yang terletak di Dusun Diwak, Desa Baledu, Kecamatan Kandangan. Tepat pada tanggal 13 Desember 2025, riuh rendah suara sepatu berdecit dan tepukan raket memecah keheningan malam. Bukan karena adanya turnamen profesional tingkat daerah, melainkan karena semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan melalui gelaran unik bertajuk “Namplek Cup”.
Acara yang dimulai pukul 20.00 WIB ini dihadiri oleh belasan anggota Pemuda Muhammadiyah dan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Kandangan. Mereka hadir bukan untuk mengejar piala bergilir atau uang pembinaan, melainkan untuk mengejar satu hal yang tak ternilai harganya: kesehatan dan keakraban.
Filosofi “Total Hadiah Sehat”
Sesuai dengan slogan yang tertera pada poster kegiatan, “Tidak Ada Menang, Tidak Ada Kalah, Yang Ada Gembira Bersama,” acara ini memang didesain bukan sebagai ajang kompetisi murni. Panitia penyelenggara secara kreatif menuliskan “Total Hadiah SEHAT” sebagai ganti dari nominal hadiah yang biasanya menjadi daya tarik sebuah turnamen.
Konsep ini menjadi antitesis dari budaya olahraga kompetitif yang seringkali justru memicu ketegangan. Di Namplek Cup, tujuannya adalah murni untuk mengeluarkan keringat. Bagi para anggota KOKAM yang memiliki tugas utama dalam bidang pengamanan dan kesiapsiagaan, menjaga kebugaran fisik adalah sebuah kewajiban. Bulu tangkis dipilih karena olahraga ini melibatkan pergerakan seluruh tubuh, melatih ketangkasan, kecepatan reaksi, dan daya tahan kardiovaskular.
Sepanjang permainan, tidak terlihat wajah-wajah tegang karena takut kehilangan poin. Sebaliknya, gelak tawa justru lebih mendominasi lapangan ketika terjadi rally panjang atau pukulan yang meleset. Belasan anggota yang hadir dibagi secara acak, memungkinkan mereka yang sudah mahir bermain berpasangan dengan mereka yang masih pemula. Hal ini menciptakan suasana inklusif di mana olahraga menjadi milik semua orang, tanpa memandang tingkat keahlian.
Investasi Kesehatan Fisik dan Mental
Di tengah kesibukan aktivitas dakwah dan pekerjaan profesional masing-masing anggota, Namplek Cup menjadi oase penyegaran. Secara medis, aktivitas fisik seperti bulu tangkis yang dilakukan secara rutin—atau setidaknya dalam momentum kebersamaan seperti ini—sangat efektif untuk melepaskan hormon endorfin. Hormon ini berperan penting dalam mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati.
Bagi Pemuda Muhammadiyah Kandangan, kesehatan jasmani dipandang sebagai modal utama dalam beribadah dan berorganisasi. Tubuh yang bugar (al-jism al-qawi) adalah salah satu syarat untuk menunjang aktivitas dakwah yang dinamis. Melalui keringat yang bercucuran malam itu, para kader seolah sedang melakukan “detoksifikasi” dari penatnya rutinitas harian, menggantinya dengan energi positif baru untuk menghadapi pekan mendatang.
Silaturahmi Tanpa Sekat
Selain aspek kesehatan fisik, fokus utama dari Namplek Cup adalah penguatan ukhuwah atau silaturahmi. Seringkali, pertemuan organisasi dalam bentuk rapat formal (syidang) membuat interaksi antaranggota menjadi kaku dan terpaku pada agenda pembahasan program kerja. Namun, di lapangan bulu tangkis, sekat-sekat formalitas tersebut runtuh seketika.
Momen istirahat di pinggir lapangan menjadi waktu yang paling berharga. Sambil menyeka keringat dan meminum air mineral, para anggota PCPM dan KOKAM saling bertukar cerita, mulai dari kabar keluarga, pekerjaan, hingga diskusi ringan mengenai isu-isu keumatan terkini. Obrolan santai (ngopi darat) seperti inilah yang sesungguhnya menjadi perekat emosional yang kuat dalam sebuah organisasi.
Kehadiran belasan anggota dari berbagai latar belakang profesi di GOR DWK Baledu malam itu menunjukkan soliditas yang nyata. Olahraga menjadi bahasa universal yang menyatukan mereka. Tidak ada ketua, tidak ada anggota biasa; di lapangan, semua adalah pemain yang sama-sama ingin mencari keringat. Interaksi yang cair ini diharapkan dapat meminimalisir potensi kesalahpahaman yang mungkin terjadi dalam dinamika organisasi dan memperlancar koordinasi program-program PCPM Kandangan ke depannya.
Menjaga Konsistensi
Kegiatan Namplek Cup yang berakhir menjelang larut malam ini ditutup dengan sesi pendinginan dan foto bersama. Wajah-wajah lelah namun puas terpancar dari para peserta. “Total Hadiah SEHAT” yang dijanjikan panitia benar-benar dibawa pulang oleh setiap peserta dalam bentuk tubuh yang lebih ringan dan hati yang lebih gembira.
PCPM Kandangan berharap kegiatan olahraga rekreasi seperti ini dapat menjadi agenda rutin, bukan sekadar seremonial sesaat. Dengan tubuh yang sehat dan ikatan persaudaraan yang kuat, Pemuda dan KOKAM Kandangan siap untuk terus bergerak, mencerahkan semesta, dan memberikan kemanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat di Kecamatan Kandangan dan sekitarnya. Namplek Cup telah membuktikan bahwa kebahagiaan itu sederhana: cukup dengan raket, shuttlecock, dan teman-teman yang satu frekuensi.

Posting Komentar