Perkuat Sinergi Organisasi, PCM Kandangan Gelar Rapat Konsolidasi Pra-Pengukuhan PCNA di Angkringan Pak Pulung

KANDANGAN, TEMANGGUNG – Menjelang momentum bersejarah pengukuhan Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Kecamatan Kandangan, sejumlah unsur pimpinan dalam keluarga besar Muhammadiyah Kandangan menggelar rapat konsolidasi lintas organisasi. Pertemuan yang berlangsung pada akhir pekan ini memilih suasana santai namun sarat makna di Angkringan Pak Pulung, sebuah tempat pertemuan lokal yang populer di wilayah Kandangan.

Hadir dalam agenda tersebut jajaran pimpinan dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kandangan, Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Kandangan, serta Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan. Kehadiran berbagai unsur ini menegaskan dukungan penuh terhadap lahirnya kembali semangat gerakan perempuan muda Muhammadiyah di wilayah tersebut.

Menyatukan Visi di Tengah Suasana Hangat

Pertemuan dimulai saat senja mulai turun di Kandangan. Aroma jahe hangat dan kepulan asap dari tungku arang Angkringan Pak Pulung menjadi latar belakang diskusi yang produktif. Meski dilakukan di tempat yang sederhana dan merakyat, pembahasan yang diangkat bersifat strategis bagi masa depan dakwah Muhammadiyah di tingkat kecamatan.

Ketua PCM Kandangan, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa pembentukan dan pengukuhan PCNA Kandangan bukan sekadar urusan administratif formalitas. Menurutnya, Nasyiatul Aisyiyah (NA) adalah “padi” yang harus terus disemai agar Muhammadiyah memiliki keberlanjutan kader perempuan yang militan dan intelektual.

“Konsolidasi malam ini adalah bukti bahwa PCNA tidak berdiri sendiri. Ada ‘Ayahanda’ di PCM, ‘Ibunda’ di PCA, dan ‘Saudara Tua’ di PCPM yang siap menyokong. Angkringan Pak Pulung sengaja dipilih agar komunikasi mengalir lebih cair, tanpa sekat formalitas yang kaku, sehingga hambatan-hambatan teknis jelang pengukuhan bisa segera dicarikan solusinya,” ungkapnya di sela-sela menikmati hidangan khas angkringan.

Sinergi PCA dan PCPM: Dukungan Tanpa Batas

Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Kandangan memberikan perhatian khusus dalam rapat ini. Sebagai organisasi otonom yang akan menjadi “ibu” bagi NA, PCA menekankan pentingnya pendampingan bagi para pengurus baru PCNA yang mayoritas diisi oleh generasi milenial dan Gen Z.

“Kami di Aisyiyah sangat bersyukur dengan progres pembentukan PCNA Kandangan. Ini adalah jawaban atas kebutuhan ruang bagi perempuan muda untuk beraktualisasi. Kami siap membimbing, namun tetap memberikan kebebasan bagi PCNA untuk berinovasi sesuai dengan semangat zaman mereka,” ujar salah satu perwakilan pimpinan PCA.

Di sisi lain, PCPM Kandangan yang selama ini dikenal sangat aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan, menyatakan kesiapannya untuk membantu secara teknis dan operasional demi kelancaran hari pengukuhan. Hubungan harmonis antara Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah diharapkan menjadi motor penggerak dakwah komunitas di Kandangan, terutama dalam menarik minat pemuda-pemudi di desa-desa.

Agenda Utama: Mematangkan Persiapan Pengukuhan

Rapat yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam tersebut fokus pada beberapa poin inti persiapan. Pertama adalah pemantapan struktur kepengurusan PCNA yang akan dilantik. Kedua, pembahasan mengenai tema besar pengukuhan yang diharapkan mampu merepresentasikan identitas lokal Kandangan sekaligus visi global Muhammadiyah.

Ketiga, koordinasi logistik dan pemilihan lokasi pengukuhan. Para pimpinan sepakat bahwa acara pengukuhan nanti harus menjadi syiar yang luas, tidak hanya bagi warga Muhammadiyah, tetapi juga bagi masyarakat umum di Kandangan.

“Kita ingin pengukuhan PCNA ini menjadi titik balik. NA harus hadir di tengah masyarakat, memberikan solusi atas isu-isu perempuan, kesehatan anak, dan ketahanan keluarga di tingkat lokal Kandangan,” tambah perwakilan dari tim formatur PCNA yang turut hadir.

Filosofi Angkringan dan Dakwah Grassroots

Pemilihan Angkringan Pak Pulung sebagai lokasi rapat juga mendapatkan apresiasi dari para peserta. Hal ini dianggap sebagai simbol dakwah Muhammadiyah yang inklusif dan merakyat. Muhammadiyah Kandangan ingin menunjukkan bahwa keputusan-keputusan besar organisasi tidak harus selalu diambil di dalam gedung mewah, tetapi bisa lahir dari diskusi hangat di pinggir jalan, dekat dengan realitas kehidupan warga.

Diskusi di angkringan ini juga membahas rencana jangka pendek pasca-pengukuhan, termasuk integrasi program PCNA dengan kegiatan sosial-keagamaan yang sudah ada, seperti pengajian rutin, aksi kemanusiaan, hingga pengembangan ekonomi kreatif bagi perempuan muda.

Menyongsong Hari Esok

Rapat konsolidasi ini berakhir dengan komitmen bersama untuk menyukseskan acara pengukuhan dalam waktu dekat. Seluruh pimpinan cabang yang hadir sepakat untuk bahu-membahu memastikan transisi kepemimpinan di NA berjalan mulus.

Dengan berakhirnya pertemuan di Angkringan Pak Pulung malam itu, satu langkah besar telah diambil. Konsolidasi ini tidak hanya memperkuat struktur organisasi, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antar-kader. Wajah-wajah optimis terpancar dari para pengurus, menandakan bahwa Nasyiatul Aisyiyah Kandangan siap untuk “terbit” dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.

Pengukuhan PCNA mendatang diharapkan menjadi momentum bagi bangkitnya gerakan perempuan muda yang mencerahkan, membawa semangat Al-Birru Manittaqo (Kebajikan adalah bagi mereka yang bertakwa), dan menjadikan Kandangan sebagai wilayah yang berkemajuan.

Tags

Posting Komentar

[blogger]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.