Latest Post

KANDANGAN, 28 Februari 2026 – Semangat syiar Islam dan penguatan organisasi di tingkat akar rumput kembali ditunjukkan oleh Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan. Pada Sabtu malam, 28 Februari 2026, suasana khidmat namun penuh kehangatan menyelimuti Dusun Diwak, Desa Baledu, Kecamatan Kandangan. Di sana, tepatnya di Masjid Al Huda, telah dilaksanakan agenda rutin “Tarawih Keliling” (Tarling) edisi kedua yang dirangkaikan dengan Kajian Pemuda.

Acara yang dimulai tepat pukul 18.30 WIB ini bukan sekadar rutinitas ibadah formal, melainkan momentum penting untuk mengonsolidasi semangat pemuda dan mempererat silaturahmi dengan warga sekitar. Tercatat, kurang lebih 70 jamaah memadati ruang utama masjid, menciptakan pemandangan harmonis yang mempertemukan lintas generasi dan lintas organisasi.

Sinergi Pemuda, Nasyiah, dan Warga Lokal

Kehadiran jamaah dalam Tarling #2 ini mencerminkan inklusivitas gerakan Muhammadiyah di Kandangan. Selain jajaran pengurus PCPM Kandangan, acara ini juga dihadiri oleh kader-kader Nasyiatul Aisyiyah (NA) yang memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Sinergi antara organisasi otonom Muhammadiyah ini menunjukkan bahwa gerakan dakwah di wilayah Kandangan berjalan secara beriringan dan solid.

Tidak hanya dihadiri oleh aktivis organisasi, warga lingkungan sekitar Masjid Al Huda juga turut menyambut baik kegiatan ini. Kehadiran para tokoh masyarakat dan jamaah setempat memberikan makna bahwa dakwah pemuda harus mampu menyentuh langsung ke jantung masyarakat. Interaksi yang terjadi antara pemuda dan para orang tua di sela-sela sholat berjamaah menciptakan atmosfer kekeluargaan yang kental.

Pesan Inspiratif dari Mukhammad Zidanul Akhsan

Puncak acara ditandai dengan penyampaian Kajian Pemuda yang menghadirkan narasumber muda yang kompeten, Mukhammad Zidanul Akhsan, S.Ag. Beliau, yang menjabat di Bidang Dakwah Islam PRPM Malebo, memberikan materi yang sangat relevan dengan tantangan zaman saat ini.

Dalam paparannya, Ustadz Zidanul menekankan pentingnya peran pemuda sebagai lokomotif perubahan di masyarakat, namun tetap harus berakar pada nilai-nilai spiritual yang kuat. Menurutnya, bulan Ramadhan adalah laboratorium terbaik untuk melatih integritas dan kepedulian sosial.

“Pemuda bukan hanya tentang usia, tetapi tentang semangat untuk memberi manfaat. Masjid harus menjadi pusat peradaban bagi pemuda, tempat di mana ide-ide brilian lahir dan di mana kesalehan sosial diasah,” ujar Zidanul di hadapan para jamaah yang menyimak dengan antusias. Beliau juga mengajak para pemuda untuk tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan masyarakat, tetapi menjadi aktor utama yang membawa solusi bagi permasalahan lingkungan sekitar.

Tarling Sebagai Media Dakwah dan Konsolidasi

Program Tarling #2 ini merupakan bagian dari rangkaian perjalanan dakwah PCPM Kandangan selama bulan suci. Menurut perwakilan panitia, kegiatan ini dirancang untuk memastikan bahwa gerak organisasi tidak hanya berpusat di kantor cabang, tetapi turun langsung menyapa jamaah di masjid-masjid di pelosok desa.

“Kami ingin membawa pesan bahwa Pemuda Muhammadiyah ada dan hadir di tengah-tengah masyarakat. Melalui Tarling ini, kami bisa mendengar langsung aspirasi warga sekaligus memperkuat jaringan komunikasi antarkader,” ungkap salah satu pengurus PCPM di sela-sela acara.

Suasana Masjid Al Huda yang sederhana namun tertata rapi menambah kekhusyukan acara. Setelah rangkaian sholat tarawih berjamaah dan kajian selesai, acara dilanjutkan dengan sesi ramah tamah singkat. Di sinilah dialog santai antara pengurus PCPM, kader NA, dan warga terjadi, membahas berbagai hal mulai dari program kepemudaan hingga isu-isu sosial di lingkungan setempat.

Kesan Warga dan Harapan ke Depan

Warga Dusun Diwak menyambut positif inisiatif ini. Salah satu tokoh warga menyatakan rasa bangganya melihat anak-anak muda yang aktif dalam kegiatan keagamaan. “Kehadiran adik-adik dari PCPM dan NA di Masjid Al Huda ini memberikan energi positif bagi kami. Kami berharap kegiatan seperti ini tidak hanya berhenti di sini, tapi terus berkelanjutan untuk memotivasi pemuda-pemuda desa kami agar lebih giat ke masjid,” tuturnya.

Dengan partisipasi sekitar 70 jamaah, acara ini dinilai sukses melampaui ekspektasi panitia dalam hal antusiasme. Keberhasilan Tarling #2 ini menjadi pemacu semangat bagi PCPM Kandangan untuk terus melanjutkan estafet dakwah pada edisi-edisi Tarling berikutnya.

Melalui kegiatan ini, PCPM Kandangan kembali membuktikan bahwa dakwah Islam yang berkemajuan dapat dilakukan dengan cara-cara yang merakyat, santun, dan penuh inspirasi. Semangat dari Masjid Al Huda ini diharapkan terus menjalar, membangkitkan gairah ber-Muhammadiyah dan ber-Islam yang mencerahkan di seluruh pelosok Kandangan.

KANDANGAN – Keterampilan berbicara di depan umum (public speaking) bukan lagi sekadar hobi, melainkan kebutuhan pokok bagi para penggerak organisasi di era modern. Menyadari hal tersebut, Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan sukses menyelenggarakan agenda bertajuk “Latihan Jadi MC” pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Acara yang berlangsung di ruang kelas SMP Muhammadiyah 5 Malebo, Kandangan, ini menjadi magnet bagi para kader muda di lingkungan Muhammadiyah. Dimulai tepat pukul 13.00 WIB, suasana sekolah yang biasanya tenang berubah menjadi dinamis dengan antusiasme puluhan peserta yang hadir untuk mencuri ilmu dari pakarnya.

Sinergi Lintas Organisasi: Kehadiran 37 Peserta Pilihan

Pelatihan ini tidak hanya diikuti oleh internal Pemuda Muhammadiyah. Berdasarkan data panitia, tercatat sekitar 37 peserta memadati lokasi acara. Angka ini mencerminkan keterwakilan yang inklusif dari berbagai unsur organisasi otonom (Ortom) dan institusi di bawah naungan Muhammadiyah.

Peserta terdiri dari gabungan personel Pemuda Muhammadiyah, srikandi muda dari Nasyiatul Aisyiyah (NA), pelajar aktif dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), serta utusan khusus dari berbagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di wilayah Kandangan. Kehadiran utusan AUM ini menjadi poin penting, mengingat institusi seperti sekolah maupun klinik Muhammadiyah sangat sering mengadakan acara formal yang membutuhkan tenaga pembawa acara (MC) yang kompeten.

Drs. Teguh Wibowo: Membedah Seni Berbicara dengan Karisma

PCPM Kandangan tidak main-main dalam menghadirkan narasumber. Sosok Drs. Teguh Wibowo, M.M., yang dikenal sebagai Kepala Sekolah SMAN 2 Temanggung, hadir sebagai pemateri utama. Dengan latar belakang pendidikannya yang kuat dan pengalaman memimpin institusi besar, beliau berhasil membawakan materi yang berat menjadi terasa ringan dan mudah dicerna.

Materi utama yang disampaikan berfokus pada dua pilar: Public Speaking secara umum dan Rincian Teknis Menjadi MC.

Dalam sesi Public Speaking, Pak Teguh menekankan bahwa musuh terbesar seorang pembicara bukanlah audiens, melainkan rasa takut dalam diri sendiri. Beliau membagikan tips praktis mengenai olah vokal, pengaturan napas, hingga cara menjaga kontak mata agar audiens merasa terlibat.

“Seorang MC adalah ruh dari sebuah acara. Jika MC-nya loyo, maka acara sehebat apa pun akan terasa hambar. Maka, kuasai dirimu sebelum menguasai panggung,” ujar beliau di sela-sela pemaparan materi.

Memasuki materi spesifik mengenai MC, peserta diajarkan perbedaan mendasar antara MC acara formal (protokoler), semi-formal, hingga acara hiburan. Rincian materi mencakup:

  • Teknik Penyusunan Rundown: Memahami urutan acara agar tidak terjadi jeda yang kaku.
  • Artikulasi dan Intonasi: Bagaimana menekankan nama pejabat atau judul agenda dengan benar.
  • Handling the Unexpected: Taktik jitu saat terjadi kendala teknis (seperti mikrofon mati atau tamu telat datang) agar suasana tetap kondusif.

Praktis dan Interaktif

Pelatihan ini tidak hanya bersifat satu arah. Menjelang sore, suasana semakin seru saat peserta diminta untuk melakukan simulasi singkat. Beberapa kader IPM dan NA tampak berani maju ke depan untuk mempraktikkan “suara perut” dan gaya bahasa pembukaan acara formal.

Tawa dan canda sesekali pecah saat beberapa peserta masih merasa kaku dengan pilihan kata-katanya. Namun, di situlah letak kekeluargaan acara ini; saling mengoreksi dan memberikan apresiasi. Pak Teguh dengan sabar memberikan evaluasi langsung (direct coaching) kepada setiap peserta yang berani mencoba.


Harapan dan Penutup

Ketua PCPM Kandangan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan investasi jangka panjang. Dengan membekali kader dengan kemampuan bicara yang baik, organisasi akan memiliki wajah yang lebih profesional di masa depan saat berinteraksi dengan masyarakat luas.

Setelah tiga jam penuh dengan transfer ilmu dan praktik, acara secara resmi ditutup pada pukul 16.00 WIB. Meski singkat, durasi tiga jam tersebut dinilai sangat efektif karena materi yang disampaikan sangat padat dan relevan dengan kebutuhan organisasi saat ini.

Acara diakhiri dengan sesi foto bersama dan pembagian motivasi penutup dari narasumber. Pulang dari SMP Muhammadiyah 5 Malebo, ke-37 peserta ini tidak hanya membawa sertifikat atau kenangan, tetapi juga kepercayaan diri baru untuk berdiri tegak di balik mikrofon pada acara-acara mendatang.

KANDANGAN – Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan kembali menunjukkan eksistensinya bukan sekadar sebagai organisasi kepemudaan yang piawai dalam wacana, melainkan juga nyata dalam aksi sosial. Pada Ahad pagi yang cerah ini, puluhan kader muda Muhammadiyah melaksanakan aksi “Bersih Masjid” di Masjid Nurul Iman, Punduhan, Kandangan.

Kegiatan ini dilaksanakan tepat setelah berakhirnya rutinitas Kajian Ahad Pagi yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kandangan. Langkah ini diambil sebagai bentuk konkret dari filosofi Dakwah Bil Hal, yakni berdakwah melalui perbuatan nyata yang menyentuh langsung kepentingan umat.

Sinergi Spiritual dan Sosial

Suasana di Masjid Nurul Iman Punduhan sejak pukul 08.00 WIB sudah tampak ramai. Ratusan jemaah dari berbagai penjuru Kandangan memadati ruang utama masjid untuk menyimak siraman rohani dalam Kajian Ahad Pagi. Namun, pemandangan berbeda terlihat sesaat setelah ustaz menutup ceramah dengan doa. Di saat sebagian besar jemaah mulai meninggalkan area masjid, sekelompok pemuda berseragam khas dan kaos olahraga tampak bersiap dengan peralatan kebersihan di tangan.

Mereka adalah para personel PCPM Kandangan. Tanpa komando yang berlebihan, mereka langsung membagi tugas. Ada yang bergerak menuju area tempat wudu, ada yang naik ke lantai atas untuk membersihkan kaca, hingga mereka yang menyisir halaman masjid dari sampah plastik maupun dedaunan kering.

“Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang kami upayakan untuk terus istikamah. Kami ingin menunjukkan bahwa Pemuda Muhammadiyah hadir untuk menjaga kenyamanan rumah ibadah,” ujar Ketua PCPM Kandangan di sela-sela kegiatannya.

Detail Aksi Kebersihan

Aksi bersih-bersih kali ini dilakukan secara menyeluruh. Fokus utama para pemuda adalah area-area yang sering luput dari pembersihan harian. Di area tempat wudu dan kamar mandi, para kader menggosok lantai dan dinding yang mulai berlumut guna memastikan jemaah dapat bersuci dengan nyaman dan aman tanpa takut tergelincir.

Di dalam ruang utama masjid, vakum pembersih debu dijalankan di atas karpet-karpet sajadah. Bagian mimbar dan lemari kitab pun tidak luput dari perhatian; debu-debu dibersihkan, dan mukena serta sarung yang tersedia ditata kembali dengan rapi.

Menurut koordinator lapangan aksi ini, Masjid Nurul Iman Punduhan dipilih karena merupakan salah satu pusat kegiatan dakwah Muhammadiyah yang sangat aktif di Kandangan. “Intensitas penggunaan masjid ini sangat tinggi, terutama saat Kajian Ahad Pagi. Maka, sudah menjadi kewajiban kami selaku angkatan muda untuk memastikan masjid kembali dalam keadaan bersih dan harum setelah digunakan oleh banyak jemaah,” ungkapnya.

Mendapat Apresiasi dari Sesepuh Muhammadiyah

Aksi sigap para pemuda ini tidak luput dari perhatian jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kandangan. Salah satu tokoh Muhammadiyah setempat menyampaikan rasa bangganya melihat geliat semangat para pemuda.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif PCPM. Kajian adalah nutrisi untuk hati, sedangkan aksi bersih masjid ini adalah buah dari iman tersebut. Membersihkan masjid adalah amal yang sangat mulia di sisi Allah. Ini menunjukkan bahwa kaderisasi di Kandangan berjalan dengan baik, di mana pemudanya memiliki rasa memiliki yang tinggi terhadap fasilitas dakwah,” tuturnya dengan nada haru.

Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini membantu meringankan tugas marbot masjid dan memberikan teladan bagi masyarakat sekitar tentang pentingnya gotong royong dalam menjaga kebersihan fasilitas umum.

Memupuk Kebersamaan Kader

Selain dimensi ibadah dan sosial, kegiatan Bersih Masjid ini juga menjadi sarana konsolidasi internal bagi PCPM Kandangan. Di tengah kesibukan masing-masing anggota yang terdiri dari berbagai profesi, momen ini menjadi ajang silaturahmi yang santai namun produktif.

Canda tawa mewarnai proses pembersihan, namun tidak mengurangi keseriusan kerja. Kerja sama tim terlihat saat mereka bahu-membahu menggeser lemari atau membersihkan langit-langit masjid yang tinggi. Semangat fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan) terpancar jelas dari peluh yang menetes di wajah para kader muda ini.

Harapan ke Depan

Kegiatan yang berakhir menjelang waktu salat Zuhur ini ditutup dengan sesi makan siang bersama yang sederhana namun penuh keakraban. PCPM Kandangan berharap kegiatan ini bisa menjadi inspirasi bagi organisasi kepemudaan lainnya di wilayah Hulu Sungai Selatan.

“Target kami ke depan adalah menjangkau lebih banyak masjid dan musala, tidak hanya yang berada di bawah naungan Muhammadiyah, tetapi juga masjid-masjid umum yang membutuhkan bantuan tenaga untuk pembersihan skala besar,” tutup perwakilan PCPM.

Dengan berakhirnya aksi di Masjid Nurul Iman Punduhan ini, PCPM Kandangan kembali membuktikan bahwa pemuda adalah mesin penggerak perubahan. Kehadiran mereka bukan hanya tentang mengisi saf terdepan dalam salat, tetapi juga tentang menjadi orang pertama yang memegang sapu demi kenyamanan ibadah orang banyak.

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.