KANDANGAN – Di tengah suasana bulan suci Ramadhan yang penuh keberkahan, Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan kembali memperkuat syiar Islam dan ikatan sosial melalui program unggulannya. Pada Sabtu malam (14/03), rombongan pemuda ini melaksanakan kegiatan “Tarling #4 & Kajian Pemuda” yang bertempat di Mushola Al-Muttaqien, Dusun Ngemplak, Desa Ngemplak, Kecamatan Kandangan.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 18.30 WIB ini bukan sekadar rutinitas ibadah formal, melainkan menjadi momentum krusial bagi para pemuda untuk melakukan “turun ke bawah” (turba) guna menyapa warga dan tokoh masyarakat di akar rumput.
Kesyahduan Ibadah di Pelosok Desa
Acara diawali dengan pelaksanaan salat Isya berjamaah yang dilanjutkan dengan salat Tarawih bersama warga sekitar. Mushola Al-Muttaqien yang biasanya tenang, malam itu tampak lebih hidup dengan kehadiran puluhan kader muda PCPM Kandangan yang berbaur dengan jamaah lokal. Lantunan ayat suci Al-Qur’an dari imam salat menambah kekhusyukan suasana di tengah sejuknya udara malam di wilayah Kandangan.
Setelah rangkaian salat sunnah Tarawih selesai, acara berlanjut ke agenda inti, yaitu Kajian Pemuda. Sdr. Zaenal Arifin, yang bertindak sebagai pemateri utama, memberikan ceramah yang menyentuh sisi spiritual dan ekonomi umat.
Esensi Rahmat dalam Setiap Rezeki yang Dimiliki
Dalam tausiyahnya, Sdr. Zaenal Arifin menyoroti fenomena masyarakat modern yang sering kali terjebak dalam angka-angka saat memaknai rezeki. Beliau menekankan bahwa rezeki bukan hanya soal kuantitas atau seberapa besar saldo di rekening, melainkan seberapa besar rahmat (kasih sayang Allah) yang menyertai harta tersebut.
“Banyak orang memiliki harta melimpah, namun hidupnya tidak tenang. Sebaliknya, ada yang penghasilannya biasa saja, namun keluarganya harmonis dan badannya sehat. Itulah perbedaan antara rezeki yang sekadar ‘sampai’ dengan rezeki yang mengandung rahmat,” ujar Zaenal di hadapan para jamaah.
Beliau menjelaskan bahwa rezeki yang diberkahi dengan rahmat akan melahirkan ketaatan. Harta yang mengandung rahmat akan cenderung digunakan pemiliknya untuk jalan kebaikan, seperti menyantuni anak yatim, mendukung dakwah, dan membantu tetangga yang kesulitan. Sebaliknya, rezeki tanpa rahmat hanya akan menjadi beban di dunia dan hisab yang berat di akhirat.
“Tujuan kita mencari nafkah di bulan Ramadhan ini bukan sekadar untuk membeli baju baru atau hidangan mewah saat Lebaran, melainkan untuk menjemput rahmat Allah agar harta yang kita bawa pulang ke rumah menjadi wasilah datangnya hidayah bagi keluarga kita,” tambahnya.
Silaturahim: Menjembatani Generasi Muda dan Tokoh Senior
Selain aspek spiritual, kegiatan Tarling #4 ini memiliki misi sosial yang mendalam. Ketua panitia penyelenggara menyatakan bahwa pemilihan Mushola Al-Muttaqien di Ngemplak sebagai lokasi kegiatan bertujuan untuk mempererat tali silaturahim dengan para tokoh senior dan warga sekitar.
“Kami menyadari bahwa keberadaan Pemuda Muhammadiyah tidak bisa lepas dari bimbingan para orang tua dan tokoh senior di desa-desa. Melalui Tarling ini, kami ingin mendengar nasihat mereka, menghormati perjuangan mereka dalam membangun mushola ini, dan memastikan bahwa regenerasi dakwah tetap berjalan,” ungkap salah satu pengurus PCPM Kandangan.
Interaksi antara pemuda dan tokoh senior terlihat sangat hangat saat sesi tanya jawab dan ramah tamah setelah kajian. Para sesepuh Dusun Ngemplak menyambut baik inisiatif ini. Bagi warga, kehadiran para pemuda yang mau mendatangi pelosok desa untuk memakmurkan masjid adalah angin segar di tengah tantangan zaman yang sering kali menjauhkan pemuda dari rumah ibadah.
Silaturahim ini dianggap sebagai kunci kekuatan umat. Dengan duduk melingkar bersama, sekat-sekat antara generasi muda yang progresif dan generasi tua yang konservatif dapat mencair. Mereka berdiskusi tentang pengembangan ekonomi jamaah hingga tantangan moral remaja di era digital.
Menutup Malam dengan Kehangatan
Acara ditutup dengan doa bersama dan sesi foto sebagai dokumentasi keberlanjutan program Tarling. Melalui kegiatan ini, PCPM Kandangan berharap pesan tentang pentingnya menghadirkan rahmat dalam rezeki dapat dipraktikkan oleh warga dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menghadapi dinamika ekonomi saat ini.
Ramadhan di Kandangan tahun ini terasa lebih bermakna. Langkah kaki para pemuda menuju Mushola Al-Muttaqien bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan batin untuk kembali ke esensi agama: menebar kasih sayang (rahmatan lil ‘alamin) dan merajut persaudaraan yang tak terputus oleh waktu.
Diharapkan, seri Tarling berikutnya akan terus menjangkau sudut-sudut wilayah Kandangan lainnya, membawa semangat yang sama—semangat untuk belajar, berbagi, dan bersatu di bawah naungan nilai-nilai Islam yang berkemajuan.




Posting Komentar