Menuju Masa Tua Bahagia: PCM Kandangan Bedah Kunci Kesehatan Lansia lewat Kajian “Pencernaan Sehat, Lansia Sehat”

KANDANGAN, TEMANGGUNG – Suasana pagi di kaki gunung daerah Kandangan terasa lebih hangat dari biasanya pada Ahad Pon, 11 Januari 2026. Ratusan jamaah, yang didominasi oleh warga lanjut usia (lansia) dan kader muda Muhammadiyah, berbondong-bondong memadati Masjid Nurul Iman, Punduhan, Kandangan. Mereka hadir untuk mengikuti agenda rutin yang kali ini dikemas secara istimewa: Kajian Ahad Pagi PCM Kandangan Edisi Spesial.

Kajian kali ini menarik perhatian besar karena menghadirkan narasumber ahli, yaitu Ustaz dr. Fatnan Setyo Hariwibowo, Sp.PD, MARS, AIFO-K FINASIM. Beliau adalah Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari RS PKU Muhammadiyah Temanggung yang juga dikenal aktif dalam dakwah kesehatan. Mengusung tema yang sangat relevan dengan kebutuhan jamaah, yakni “Pencernaan Sehat, Lansia Sehat”, kajian ini bertujuan memberikan edukasi komprehensif mengenai pentingnya menjaga saluran cerna demi kualitas hidup yang lebih baik di masa tua.

Sinergi Dakwah dan Kesehatan

Acara yang dimulai tepat pukul 06.00 WIB ini dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan sambutan dari jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kandangan. Dalam sambutannya, perwakilan PCM menekankan bahwa Muhammadiyah tidak hanya berfokus pada kesehatan spiritual melalui pengajian, tetapi juga sangat memperhatikan kesehatan fisik jamaahnya.

“Mukmin yang kuat lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah. Itulah mengapa hari ini kita hadirkan pakar penyakit dalam untuk membimbing kita bagaimana menjaga ‘mesin’ tubuh kita agar tetap prima di usia senja,” ujar salah satu pengurus PCM Kandangan.

Intisari Kajian: Pencernaan sebagai Kunci Imunitas

Dalam paparannya, dr. Fatnan menjelaskan bahwa sistem pencernaan seringkali disebut sebagai “otak kedua” manusia. Bagi lansia, sistem pencernaan mengalami penurunan fungsi secara alami, mulai dari kekuatan mengunyah, produksi asam lambung, hingga pergerakan usus (peristaltik) yang melambat.

“Masalah yang sering dianggap sepele oleh lansia, seperti sembelit (konstipasi) atau perut kembung, sebenarnya adalah sinyal bahwa ada yang tidak beres dengan pola hidup. Jika pencernaan tidak sehat, penyerapan nutrisi terganggu. Akibatnya, daya tahan tubuh menurun, dan penyakit kronis lainnya mudah masuk,” jelas dr. Fatnan di hadapan jamaah yang menyimak dengan antusias.

Beliau membagikan beberapa tips praktis bagi para lansia agar pencernaan tetap sehat:

  • Cukupi Kebutuhan Serat dan Air Putih: Serat dari sayur dan buah sangat penting untuk membantu kerja usus yang mulai melambat.
  • Kunyah Makanan dengan Sempurna: Mengingat produksi enzim pencernaan berkurang, proses penghancuran makanan di mulut menjadi krusial.
  • Aktivitas Fisik Ringan: Sesuai keahliannya di bidang AIFO-K (Ahli Ilmu Faal Olahraga), dr. Fatnan menyarankan jalan pagi rutin untuk merangsang gerak usus secara alami.
  • Menjaga Kesehatan Mental: Stres dan kecemasan seringkali bermanifestasi pada gangguan lambung (psikosomatik).

Antusiasme dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Keistimewaan kajian edisi ini tidak berhenti pada penyampaian materi. Di sisi luar masjid, RS PKU Muhammadiyah Temanggung telah menyiagakan tim medis untuk memberikan layanan Cek Kesehatan Gratis. Layanan ini meliputi pemeriksaan tekanan darah, cek gula darah, dan konsultasi kesehatan singkat.

Meskipun kuota terbatas, antrean jamaah tampak tertib. Banyak jamaah yang memanfaatkan momen ini untuk berkonsultasi langsung mengenai keluhan kesehatan mereka setelah mendengarkan kajian. Sinergi antara edukasi lisan dan layanan medis nyata ini mendapatkan apresiasi tinggi dari warga.

“Saya jadi tahu kalau selama ini kurang minum air putih itu yang bikin perut sering begah. Tadi juga sudah cek tensi, alhamdulillah normal,” kata Bapak Sumardi (68), salah satu jamaah asal Punduhan.

Harapan Masa Depan

Kajian yang berakhir pada pukul 07.30 WIB ini ditutup dengan doa bersama. Melalui kegiatan ini, Muhammadiyah Kandangan berharap dapat mencetak generasi lansia yang mandiri, sehat secara fisik, dan kuat secara spiritual (Lansia Tangguh).

Keterlibatan aktif media komunitas seperti Suara Pemuda dan publikasi masif di kanal media sosial Muhammadiyah Kandangan menunjukkan bahwa dakwah berkemajuan harus mampu memanfaatkan teknologi untuk menjangkau masyarakat lebih luas.

Dengan suksesnya acara ini, PCM Kandangan berkomitmen untuk terus menghadirkan tema-tema edukatif lainnya yang menyentuh langsung aspek kehidupan sehari-hari masyarakat, membuktikan bahwa masjid bukan hanya tempat sujud, tetapi juga pusat peradaban dan kesehatan umat.

Tags

Posting Komentar

[blogger]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.