PCPM Kandangan Sukses Gelar “Pos Ronda #8”: Matangkan Persiapan Semarak Ramadan dalam Balutan Tradisi Jagongan
KANDANGAN – Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan kembali menunjukkan eksistensinya dalam merawat soliditas pemuda melalui agenda rutin yang dikemas unik bertajuk “Pos Ronda”. Edisi ke-8 dari acara yang mengusung tagline “Rembugan & Ngopi, Bareng Pemuda” ini sukses digelar pada Sabtu malam, 24 Januari 2026. Bertempat di kediaman Saudara Slamet di ranting Branti, acara ini menjadi momentum strategis bagi Angkatan Muda Muhammadiyah setempat untuk menyatukan visi, khususnya dalam menyongsong bulan suci Ramadan yang kian dekat.
Suasana malam di rumah Saudara Slamet tampak berbeda dari biasanya. Teras rumah disulap menjadi ruang diskusi yang hangat dengan konsep lesehan. Karpet digelar, ditemani sajian khas jagongan seperti kacang rebus, keripik, serta kopi dan teh panas yang menjadi teman setia para peserta. Sesuai dengan poster acara, agenda malam itu tidak hanya sekadar ngopi atau diskusi, tetapi memiliki muatan “Tukar Kawruh & Info-info” yang substantif.
Diskusi Fokus: Menata Strategi Dakwah Ramadan
Meskipun dikemas dalam suasana santai selayaknya pos ronda, bobot diskusi malam itu sangat serius. Fokus utama pembicaraan mengerucut pada persiapan matang menyambut bulan Ramadan 1447 H. PCPM Kandangan menyadari bahwa Ramadan adalah bulan “panen pahala” sekaligus momen puncak syiar Islam yang harus digarap dengan manajemen yang rapi, bukan sekadar rutinitas tahunan.
Ketua PCPM Kandangan dalam sambutannya menegaskan bahwa Pos Ronda #8 ini menjadi titik kick-off bagi kepanitiaan Ramadan di lingkungan Cabang Kandangan. “Kita tidak ingin kegiatan Ramadan nanti berjalan ‘biasa saja’. Pemuda harus ambil peran sentral. Malam ini kita rembugan bagaimana menghidupkan masjid, menyusun jadwal imam dan penceramah yang berkualitas, hingga merancang kegiatan sosial yang menyentuh masyarakat luas,” ujarnya di hadapan puluhan pemuda yang hadir.
Beberapa poin krusial yang disepakati dalam diskusi tersebut antara lain pembentukan korps mubaligh muda yang akan disebar ke musala-musala binaan, penyusunan jadwal tarawih keliling, hingga konsep “Takjil on the Road” yang lebih edukatif dan santun. Selain itu, dibahas pula strategi publikasi syiar Ramadan melalui media sosial agar jangkauan dakwah PCPM Kandangan bisa meluas, tidak hanya di lingkup internal persyarikatan tetapi juga masyarakat umum.
Sinergi Lintas Ortom: Hadirnya PCNA dan Restu Sesepuh PCM
Nilai tambah dari Pos Ronda #8 kali ini adalah kehadiran elemen penting lain dalam keluarga besar Muhammadiyah Kandangan. Acara ini tidak eksklusif hanya dihadiri oleh pemuda laki-laki, namun juga melibatkan perwakilan dari Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Kandangan.
Kehadiran PCNA membawa warna tersendiri dalam diskusi. Perwakilan PCNA menyampaikan komitmennya untuk bersinergi penuh dengan PCPM, terutama dalam program-program yang berkaitan dengan perempuan dan anak selama Ramadan, seperti Pesantren Kilat (Sanlat) untuk anak-anak TPA dan pengelolaan takjil buka puasa yang sehat dan higienis. Kolaborasi antara “Pemuda” dan “Nasyiah” ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem kegiatan yang komprehensif, melayani semua segmen jamaah dari anak-anak hingga lansia.
Lebih istimewa lagi, acara ini turut dihadiri oleh perwakilan sesepuh dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kandangan. Kehadiran para kasepuhan ini bukan untuk mengintervensi kreativitas anak muda, melainkan memberikan tut wuri handayani—dorongan moral dan nasihat bijak.
Salah satu sesepuh PCM yang hadir menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif PCPM. “Melihat pemuda berkumpul, rembugan perkara umat sambil lesehan seperti ini, hati kami para orang tua menjadi tenang. Ini menandakan estafet kepemimpinan di Kandangan berjalan. Pesan kami, jadikan Ramadan nanti sebagai ajang pembuktian bahwa Pemuda Muhammadiyah Kandangan itu solutif, hadir membantu masyarakat, dan menggembirakan dakwah,” ungkap beliau sembari menikmati hidangan polo pendem yang tersedia.
Dari “Nglingting” Menjadi “Bonding”
Konsep “Pos Ronda” yang diusung PCPM Kandangan terbukti efektif meruntuhkan sekat-sekat formalitas yang seringkali membuat rapat organisasi terasa kaku dan membosankan. Istilah “Nglingting” (menggulung tembakau) yang tercantum dalam agenda dimaknai secara filosofis sebagai proses meracik kesabaran dan kebersamaan. Dalam suasana yang cair, ide-ide liar namun konstruktif justru bermunculan.
Diskusi berjalan gayeng hingga larut malam. Tidak ada dominasi pembicaraan; semua anggota bebas melempar gagasan. Mulai dari usulan teknis pengadaan sound system untuk takbir keliling, hingga ide penggalangan dana sosial berbasis QRIS dibahas tuntas. Suasana kekeluargaan di Pos Ronda #8 di rumah Saudara Slamet ini menjadi bukti bahwa konsolidasi organisasi tidak harus selalu dilakukan di gedung pertemuan, tetapi bisa bermula dari teras rumah warga yang penuh kehangatan.
Menutup acara, dilakukan doa bersama demi kelancaran seluruh agenda yang telah direncanakan. Pos Ronda #8 PCPM Kandangan malam itu sukses melahirkan blueprint kegiatan Ramadan yang solid. Dengan semangat kolaborasi antara PCPM, PCNA, dan bimbingan PCM, masyarakat Kandangan boleh berharap akan hadirnya nuansa Ramadan yang lebih semarak, bermakna, dan mencerahkan pada tahun 2026 ini.
Acara berakhir dengan sesi foto bersama, merekam wajah-wajah optimis para kader muda yang siap bergerak menjadi pelopor kebajikan di masyarakat.




