Latest Post

TEMANGGUNG – Semangat Fastabiqul Khoirot (berlomba-lomba dalam kebaikan) terpancar nyata di lereng Gunung Sumbing. Pada Sabtu, 14 Februari 2026, jajaran Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) dan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Kecamatan Kandangan resmi menghadiri agenda krusial: Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Temanggung.

Acara yang berlangsung di Pawon Aryo Gondo, Jalan Kedondong No. 37, Manding, ini menjadi momentum penting bagi konsolidasi organisasi di awal tahun 2026. Delegasi dari Kandangan hadir dengan formasi lengkap sesuai mandat organisasi, membawa misi untuk menyelaraskan program kerja cabang dengan visi besar Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Temanggung.

Langkah Strategis Menuju Pemuda Negarawan

Kehadiran PCPM Kandangan bukan sekadar memenuhi undangan bernomor 1.8/009/1447 yang ditandatangani oleh Ketua PDPM Temanggung, Sugiyono, dan Sekretaris Oman Faiyun. Lebih dari itu, kehadiran ini merupakan representasi dari komitmen pemuda di tingkat akar rumput untuk tetap satu komando dalam gerakan dakwah amar ma'ruf nahi munkar.

Ketua PCPM Kandangan menyatakan bahwa Rapimda kali ini memiliki urgensi yang sangat tinggi. Di tengah dinamika sosial yang kian kompleks di Kabupaten Temanggung, peran pemuda sangat dibutuhkan sebagai akselerator perubahan.

"Kami datang ke sini membawa suara dari rekan-rekan di Kandangan. Fokus kami adalah bagaimana program di tingkat daerah bisa dieksekusi dengan gaya lokal di cabang, terutama dalam penguatan ekonomi kader dan dakwah digital," ujar perwakilan delegasi Kandangan di sela-sela acara.

KOKAM Kandangan: Tegak Lurus Menjaga Marwah

Tak hanya jajaran pimpinan cabang, Komandan KOKAM Kandangan juga hadir mendampingi. Mengenakan seragam loreng khasnya, kehadiran KOKAM memberikan simbol bahwa pengawalan terhadap agenda ulama dan organisasi adalah harga mati.

Dalam Rapimda ini, peran KOKAM ditekankan bukan hanya sebagai satuan pengamanan fisik, tetapi juga sebagai unit respons cepat dalam kebencanaan dan kegiatan kemanusiaan di wilayah Temanggung. KOKAM Kandangan yang selama ini dikenal aktif dalam berbagai aksi sosial di wilayah utara Temanggung, mendapatkan apresiasi khusus dalam diskusi kelompok terpumpun di sela acara.

Dinamika Rapat di Pawon Aryo Gondo

Suasana di Pawon Aryo Gondo sejak pukul 07.30 WIB sudah tampak riuh namun tertib. Diskusi berlangsung hangat saat membahas laporan perkembangan cabang-cabang se-Kabupaten Temanggung. Pimpinan Daerah menekankan pentingnya revitalisasi ranting agar gerakan Pemuda Muhammadiyah tidak hanya berhenti di tingkat kabupaten atau kecamatan saja.

Ketua PDPM Temanggung, Sugiyono, dalam pidato pembukaannya mengingatkan bahwa tahun 2026 adalah tahun pembuktian bagi Pemuda Muhammadiyah untuk menjadi "Pemuda Negarawan". Ia menegaskan bahwa setiap kader harus memiliki kapasitas intelektual yang mumpuni sekaligus militansi yang tinggi.

"Rapimda ini adalah kompas kita. Kita ingin memastikan bahwa seluruh gerak langkah PCPM, termasuk rekan-rekan dari Kandangan, tetap berada dalam koridor ideologi Muhammadiyah yang berkemajuan," tegas Sugiyono di hadapan para peserta.

Poin-Poin Utama Kesepakatan

Berdasarkan jalannya rapat, terdapat beberapa poin strategis yang menjadi catatan bagi PCPM Kandangan untuk dibawa pulang dan diterapkan di wilayahnya:

  1. Penguatan Kaderisasi: Melakukan pendataan ulang (database) anggota potensial di tingkat desa/ranting se-Kecamatan Kandangan.
  2. Kemandirian Ekonomi: Mendorong terciptanya unit usaha kreatif di tingkat cabang untuk menopang pendanaan kegiatan organisasi secara mandiri.
  3. Sinergi KOKAM: Meningkatkan frekuensi latihan gabungan (latgab) KOKAM antar cabang untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam di musim penghujan.
  4. Literasi Digital: Mengaktifkan media sosial cabang sebagai sarana syiar dakwah yang moderat dan mencerahkan bagi generasi Z.

Menatap Masa Depan

Acara berakhir menjelang siang dengan suasana kekeluargaan yang erat. Foto bersama antara pimpinan daerah dan seluruh utusan cabang menjadi penutup simbolis. Bagi PCPM dan KOKAM Kandangan, perjalanan pulang dari Manding kembali ke Kandangan membawa beban amanah yang lebih besar.

Dengan hasil Rapimda ini, diharapkan pemuda Muhammadiyah di Kandangan semakin solid, tidak hanya secara kuantitas, tetapi juga kualitas aksi nyata di masyarakat. Semangat yang dibawa dari Pawon Aryo Gondo diharapkan mampu menjadi bahan bakar baru untuk menggerakkan roda organisasi hingga ke sudut-sudut desa di Kandangan.

Sebagai penutup, seluruh peserta menggemakan semboyan kebanggaan: Fastabiqul Khoirot!—sebuah janji untuk selalu berada di garis terdepan dalam menebar manfaat bagi sesama.

TEMANGGUNG – Suasana pagi di wilayah Kecamatan Kandangan dan sekitarnya tampak lebih meriah dari biasanya pada Sabtu, 14 Februari 2026. Ratusan pasang mata warga berjajar di sepanjang jalan utama untuk menyaksikan iring-iringan Pawai Mobil Hias yang diselenggarakan oleh KB & TK ABA Tahfidz Al Ashr Temanggung. Kegiatan ini digelar dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 H yang tinggal menghitung hari.

Agar acara yang melibatkan belasan kendaraan dan ratusan siswa tersebut berjalan tertib, personel KOKAM (Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah) Kandangan diterjunkan langsung untuk melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas di sepanjang rute yang dilewati.

Sinergi Keamanan demi Kelancaran Syiar

Kegiatan pengamanan ini merupakan tindak lanjut dari permohonan resmi pihak sekolah kepada Pimpinan Daerah KOKAM Temanggung, yang kemudian didelegasikan kepada personel di tingkat cabang, khususnya KOKAM Kandangan, mengingat sebagian besar rute berada di wilayah hukum tersebut.

Komandan KOKAM yang bertugas di lapangan menyatakan bahwa keterlibatan mereka adalah bentuk pengabdian kepada persyarikatan dan masyarakat. “Tugas kami adalah memastikan adik-adik dari TK ABA dapat melaksanakan pawai dengan aman. Mengingat rute yang ditempuh cukup panjang dan melewati jalan raya yang ramai, kewaspadaan personel menjadi kunci utama,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Rute Panjang dan Antusiasme Peserta

Pawai dimulai tepat pukul 06.00 WIB dengan titik kumpul di Lapangan Maron. Sebanyak 14 kendaraan yang telah dihias dengan berbagai ornamen khas Islami, seperti replika masjid, tulisan kaligrafi, hingga dekorasi janur kuning, berbaris rapi siap menyapa warga.

Rute yang ditempuh meliputi jalur Kandangan – Kaloran – Geneng – Walitelon, dan berakhir kembali ke lapangan. Jalur ini dikenal memiliki titik-titik rawan kemacetan, terutama di persimpangan menuju Kaloran. Di sinilah peran vital personel KOKAM Kandangan terlihat. Mereka ditempatkan di setiap titik persimpangan untuk menghentikan kendaraan umum sesaat agar rombongan pawai dapat melintas tanpa terputus.

Anak-anak didik TK ABA Tahfidz Al Ashr tampak sangat antusias. Dari atas mobil hias, mereka melambaikan tangan sambil melantunkan shalawat dan lagu-lagu religi. Semangat “Syiar Ramadhan” benar-benar terasa di sepanjang jalan.

Apresiasi dari Pihak Sekolah

Elim Awalisa, S.Pd., selaku Penanggung Jawab kegiatan, menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam atas dedikasi personel KOKAM. Menurutnya, tanpa bantuan pengamanan yang terorganisir, akan sangat sulit mengelola 14 kendaraan besar di jalan raya dengan membawa anak-anak kecil.

“Kami sangat terbantu dengan kehadiran bapak-bapak KOKAM. Mereka tidak hanya menjaga lalu lintas, tapi juga membantu memastikan keselamatan anak-anak saat naik dan turun kendaraan. Kerja sama ini membuat kami merasa tenang dalam menyelenggarakan acara,” ungkap Elim.

Senada dengan itu, Kepala Sekolah TK ABA Tahfidz Al Ashr, Nur Wahidah, S.Pd., dalam keterangannya menyebutkan bahwa pawai mobil hias ini adalah agenda rutin untuk mengedukasi siswa mengenai kegembiraan menyambut bulan puasa. “Ramadhan harus disambut dengan suka cita. Dengan pengawalan KOKAM, kegembiraan ini dapat tersampaikan kepada masyarakat secara tertib tanpa mengganggu pengguna jalan lainnya,” tambahnya.

Kedisiplinan KOKAM dalam Bertugas

Personel KOKAM Kandangan yang bertugas terlihat sigap dengan seragam doreng khas mereka. Selain mengatur lalu lintas, mereka juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat untuk memastikan seluruh prosedur keselamatan jalan raya terpenuhi. Kedisiplinan dan keramahan para personel saat menghadapi pengguna jalan yang sempat tersendat mendapatkan apresiasi positif dari warga sekitar.

Hingga acara berakhir pada siang hari, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar tanpa ada kendala berarti. Rombongan kembali ke titik akhir dengan selamat, menandai kesiapan umat Muslim di wilayah Temanggung, khususnya keluarga besar Muhammadiyah, dalam menyongsong bulan penuh berkah, Ramadhan 1447 H.

Kegiatan ini membuktikan bahwa sinergi antara lembaga pendidikan ekonomi dan organisasi kepemudaan seperti KOKAM mampu menciptakan kegiatan syiar yang berkualitas, aman, dan berkesan bagi masyarakat luas.

KANDANGAN – Di bawah terik matahari yang mulai menyengat di kawasan Kandangan, deru semangat tidak surut dari wajah-wajah muda yang berkumpul di sebuah lahan produktif. Mengenakan seragam loreng khas yang gagah namun tak segan bersimbah peluh, puluhan anggota Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) bersama jajaran Pemuda Muhammadiyah Kandangan tampak sibuk bergelut dengan tanah.

Bukan sedang melakukan simulasi pengamanan atau latihan fisik militer, kali ini “senjata” yang mereka pegang adalah cangkul, mulsa, dan ribuan bibit tomat siap tanam. Kegiatan ini menandai langkah konkret organisasi dalam mewujudkan kemandirian ekonomi melalui sektor agribisnis.

Menanam Benih Kemandirian

Gerakan menanam tomat ini bukan sekadar aktivitas pengisi waktu luang. Bagi Pemuda Muhammadiyah Kandangan, lahan yang mereka kelola adalah laboratorium kewirausahaan. Selama ini, organisasi seringkali bergantung pada iuran anggota atau bantuan eksternal untuk menjalankan program kerja. Kini, paradigma itu mulai bergeser.

Ketua Pemuda Muhammadiyah setempat menegaskan bahwa sektor ekonomi harus menjadi pilar utama jika organisasi ingin tetap relevan dan berdaya ledak tinggi.

“Kami ingin membuktikan bahwa Pemuda dan KOKAM tidak hanya pandai berbaris atau menjaga keamanan acara saja. Kami juga harus pandai membaca peluang pasar dan mengelola aset bumi. Menanam tomat adalah langkah awal kami menuju kemandirian finansial organisasi,” ujarnya di sela-sela penanaman.

Mengapa Tomat?

Pemilihan komoditas tomat bukanlah tanpa alasan yang matang. Melalui riset kecil-kecilan dan diskusi dengan praktisi pertanian lokal, tomat dipilih karena beberapa faktor strategis:

  • Masa Panen yang Relatif Cepat: Tomat hanya membutuhkan waktu sekitar 60-90 hari untuk mulai panen, sehingga perputaran modal organisasi bisa berjalan lebih dinamis.
  • Permintaan Pasar Tinggi: Sebagai kebutuhan dapur pokok, serapan pasar di wilayah Kandangan dan sekitarnya tergolong stabil.
  • Pemanfaatan Lahan Optimasi: Karakteristik lahan yang dikelola sangat cocok dengan varietas tomat yang dipilih, yang memiliki daya tahan kuat terhadap hama lokal.

Sinergi KOKAM: Dari Keamanan ke Ketahanan Pangan

Keterlibatan KOKAM dalam aksi ini memberikan warna tersendiri. KOKAM yang selama ini dikenal sebagai garda terdepan dalam urusan kemanusiaan dan kebencanaan, kini menunjukkan sisi humanis dan produktifnya di bidang ketahanan pangan.

Instruksi untuk terjun ke sawah ini disambut antusias. Anggota KOKAM tidak hanya menyumbangkan tenaga kasar, tetapi juga terlibat dalam sistem manajemen pengairan dan penjagaan lahan dari gangguan hama maupun faktor eksternal lainnya. Ini adalah bentuk implementasi dari profil kader yang tangguh secara fisik, namun juga cerdas secara ekonomi.

Harapan Besar di Sektor Wirausaha

Output yang diharapkan dari proyek ini sangat jelas: Profitabilitas yang berkelanjutan. Hasil penjualan panen tomat nantinya akan masuk ke dalam kas bidang ekonomi dan kewirausahaan. Dana tersebut diproyeksikan untuk membiayai kegiatan dakwah, pelatihan kepemimpinan, hingga pemberian beasiswa bagi kader yang membutuhkan.

Lebih dari sekadar uang, kegiatan ini adalah sarana edukasi on-the-job training bagi para pemuda. Mereka belajar tentang:

  1. Manajemen Risiko: Bagaimana menghadapi cuaca yang tidak menentu.
  2. Analisis Biaya: Menghitung modal bibit, pupuk, hingga proyeksi keuntungan.
  3. Pemasaran: Bagaimana membangun jejaring dengan tengkulak maupun pasar retail modern secara mandiri.

Langkah Menuju Masa Depan

Jika proyek percontohan (pilot project) ini berhasil, Pemuda Muhammadiyah Kandangan berencana mengekspansi lahan mereka dengan komoditas lain seperti cabai atau sayuran organik. Mereka bermimpi suatu saat nanti memiliki “Brand Pertanian Pemuda” yang mampu memasok kebutuhan sayur-mayur di pasar-pasar lokal secara konsisten.

“Kami ingin menciptakan ekosistem di mana pemuda tidak lagi merasa gengsi untuk bertani. Bertani dengan cara modern, terukur, dan menghasilkan secara finansial adalah jalan ninja kami dalam berdakwah di sektor ekonomi,” tambah salah satu koordinator lapangan KOKAM.

Aksi nyata di Kandangan ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kedaulatan sebuah bangsa—dan organisasi—dimulai dari apa yang ditanam di tanahnya sendiri. Saat bibit-bibit tomat itu mulai berakar, di sana pulalah harapan akan kemandirian ekonomi pemuda mulai tumbuh bersemi.

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.